Setelah gempa besar yang menimpa Pulau Lombok, 5 Agustus 2018, gempa bumi berkekuatan 7,4 SR diikuti dengan tsunami yang melanda pantai Barat Pulau Sulawesi bagian Utara tanggal 28 September 2018, pukul 18.02 WITA. Pusat gempa berada di 26 km Utara Donggala dan 80 km Barat Laut Kota Palu dengan kedalaman 10 km. Guncangan gempa dirasakan di Kabupaten Donggala, Kota Palu, Kabupaten Parigi Moutong, Kabupaten Sigi, Kabupaten Poso, Kabupaten Tolitoli, Kabupaten Mamuju bahkan hingga Kota Samarinda, Kota Balikpapan, dan Kota Makassar. Gempa memicu tsunami hingga ketinggian lima meter di Kota Palu
Akibat guncangan gempa bumi, beberapa saat setelah puncak gempa muncul gejala likuefaksi (pencairan tanah) yang menelan banyak korban jiwa dan material. Dua tempat yang paling parah adalah Kelurahan Petobo dan Perumnas Balaroa di Kota Palu. Balaroa ini terletak di tengah-tengah sesar Palu-Koro. Saat likuefaksi, terjadi kenaikan dan penurunan muka tanah. Beberapa bagian amblas lima meter dan beberapa bagian tanah naik sampai dua meter. Likuefaksi yang terjadi di Perumnas Balaroa menenggelamkan sekitar 1.747 unit rumah; sedangkan di Kelurahan Petobo sekitar 744 unit rumah tenggelam Sebagai akibat dari likuefaksi ini, sampai 3 Oktober, tim SAR menemukan korban di Perumnas Balaroa 48 orang meninggal dunia, dan di Petobo 36 orang, juga meninggal dunia.
Di Petobo, ratusan rumah tertimbun lumpur hitam setinggi 3-5 meter. Gempa,lekas mengubah tanah jadi lumpur dan dengan segera menyeret bangunan-bangunan di atasnya. Di Balaroa, rumah amblas, bagai terisap ke tanah. Adrin Tohari, peneliti LIPI, ada menyebut bahwa di bagian tengah zona Sesar Palu-Koro, tersusun endapan sedimen yang berumur muda, dan belum lagi terkonsolidasi atau mengalami pemadatan. Karenanya rentan terjadi likuefaksi jika ada gempa besar.
Likuefaksi juga terjadi di perbatasan Kabupaten Sigi dengan Kota Palu. Lumpur muncul dari bawah permukaan tanah dan menggeser tanah hingga puluhan meter dan akhirnya menenggelamkan bangunan dan korban hidup-hidup. Di Jono Oge, Kabupaten Sigi, mencapai 202 hektar, 36 bangunan rusak, dan 168 lain juga kemungkinan rusak. Di Petobo, Palu, areal yang rusak 180 hektar, bangunan rusak 2.050, dan bangunan mungkin rusak 168.
Pada 10 Oktober 2018, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BPNB) mengumumkan, korban meninggal akibat gempa dan tsunami mencapai 2.045 orang. Korban paling banyak di Kota Palu sebanyak 1.636 orang dan disusul Sigi, kemudian Parigi. Sementara itu, korban yang mengungsi sebanyak 82.775 orang, dan 8.731 orang pengungsi keluar Sulawesi. Sekitar 16 ribu warga menempati 24 pos pengungsian di Kota Palu.
Penanganan darurat dampak gempabumi dan tsunami di Sulawesi Tengah segera dilakukan pemerintah dan seluruh elemen masyarakat. Percepatan pemulihan dampak bencana juga dintensifkan, khususnya pemenuhan kebutuhan dasar pengungsi, pelayanan medis, perbaikan infrastruktur dasar, dan normalisasi kehidupan masyarakat.
Hingga Sabtu (20/10/2018), dampak bencana di Sulawesi Tengah tercatat 2.113 orang meninggal dunia, sebanyak 1.309 orang hilang, 4.612 orang luka-luka dan sebanyak 223.751 orang mengungsi di 122 titik.
Sebaran 2.113 orang korban meninggal dunia adalah Kota Palu 1.703 orang, Donggala 171 orang, Sigi 223 orang, Parigi Moutong 15 orang, dan Pasangkayu 1 orang. Semua korban meninggal dunia telah dimakamkan, baik pemakaman massal maupun pemakanan keluarga.
Pembangunan hunian sementara (huntara) dan tenda-tenda terus dilakukan untuk menampung pengungsi. Begitu juga sarana prasana kebutuhan MCK, air bersih, dan sanitasi dibangun di sekitar tempat pengungsian. Menjelang musim hujan, huntara dan tenda yang layak untuk pengungsi menjadi kebutuhan mendesak. Kebutuhan mendesak lainnya adalah beras, gula, makanan bayi, susu anak, susu ibu hamil, kantong plastic, tenda, selimut (bayi, anak-anak, dewasa), minyak kayu putih, sabun mandi, pasta gigi, minyak goring, seragam anak sekolah, buku dan peralatan sekolah, air bersih, MCK, penerangan di pengungsian, sanitasi, dan kebutuhan dasar lainnya.
Kerugian dan Dampak Kerusakan akibat Gempa dan Tsunami
Dampak bencana selalu berpengaruh terhadap seluruh sektor. Prasarana dan sarana yang susah payah dibangun dan memerlukan waktu lama, tiba-tiba hancur seketika. Apalagi jika kapasitas menghadapi bencana masih rendah, dapat dipastikan dampak bencana akan besar, baik jumlah korban jiwa maupun kerugian ekonomi. Bahkan pertumbuhan pembangunan di wilayah terdampak bencana menjadi minus atau mengalami kemunduran dalam rentang waktu tertentu.
Begitu juga bencana gempabumi, tsunami dan likuifaksi yang melanda empat daerah di Sulawesi Tengah yaitu Kota Palu, Kabupaten Donggala, Sigi dan Parigi Moutong. Dampak bencana hingga Minggu (21/10/2018) pukul 13.00 WIB, tercatat 2.256 orang meninggal dunia. Sebarannya di Kota Palu 1.703 orang meninggal dunia, Donggala 171 orang, Sigi 366 orang, Parigi Moutong 15 orang dan Pasangkayu 1 orang. Semua korban sudah dimakamkan. Sebanyak 1.309 orang hilang, 4.612 orang luka-luka dan 223.751 orang mengungsi di 122 titik.
Banyak bangunan dan infrastruktur yang hancur akibat bencana. Kerusakan meliputi 68.451 unit rumah, 327 unit rumah ibadah, 265 unit sekolah, perkantoran 78 unit, toko 362 unit, jalan 168 titik retak, jembatan 7 unit dan sebagainya. Data tersebut adalah data sementara, yang akan bertambah seiring pendataan yang terus dilakukan. Hasil perhitungan sementara terhadap kerugian dan kerusakan akibat bencana berdasarkan data per 20/10/2018, mencapai lebih dari Rp 13,82 trilyun.
Berdasarkan sebaran wilayah, maka kerugian dan kerusakan di Kota Palu mencapai Rp 7,63 trilyun, Kabupaten Sigi Rp 4,29 trilyun, Donggala Rp 1,61 trilyun dan Parigi Moutong mencapai Rp 393 milyar. Perhitungan kebutuhan untuk rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana belum dilakukan perhitungan.
Aksi Kemanusiaan Prudential dan Posko Jenggala
Sehari setelah terjadi gempa dan tsunami yang melanda wilayah Sulawesi Tengah, tim relawan kemanusiaan Posko Jenggala bekerjasama dengan Prudential dan dikomandoi oleh Andi Sahrandi mulai mempersiapkan bantuan untuk para korban khususnya di Kota Palu, Kabupaten Donggala dan Kabupaten Sigi. Bantuan kemanusiaan rencananya berupa pelayanan medis dan obat-obatan serta bantuan logistik berupa terpal, sarung, selimut dewasa, selimut bayi, susu bayi, hygiene kit, mie instant, beras, biskuit, dll. Tim medis dipersiapkan lebih awal karena berdasarkan info yang diterima, jumlah pengungsi yang terluka mencapai ribuan orang dan tersebar di beberapa titik pengungsian
Dengan cepat, tim dokter, paramedis dan apoteker dikumpulkan di sekretariat Posko Jenggala. Sebagian tim dokter berangkat dari Kupang, NTT. Tim dokter ini sudah berperan aktif sebagai relawan tim medis Posko Jenggala sejak tahun 2012.
Pembelian obat-obatan yang dibutuhkan sesuai dengan informasi jenis penyakit yang umumnya diderita pengungsi dan diperoleh dari jaringan Posko Jenggala di lokasi bencana. Obat-obatan yang dibeli di Jakarta, dikirimkan melalui cargo pesawat udara ke Makasar, sedangkan untuk bahan logistik dan peralatan kerja dibeli di Makasar. Bandara di Kota Palu belum bisa beroperasi untuk penerbangan komersial. Selain mengalami kerusakan, beberapa hari setelah gempa terjadi, bandara itu digunakan khusus oleh TNI AU untuk distribusi bantuan dari berbagai daerah di Indonesia.
Rendy dan Shidiq yang sejak 2007 ikut dan turut serta dalam kegiatan kemanusiaan Posko Jenggala di berbagai bencana di Indonesia juga turut serta bergabung bersama tim medis ke Sulawesi Tengah untuk mengatur seluruh kegiatan baik medis maupun alokasi distribusi bantuan logistik ke titik-titik pengungsian ataupun ke wilayah terdampak gempa di Sulawesi Tengah, khususnya di kota Palu, kab. Donggala dan kabupaten Sigi.
Tanggal 6 Oktober 2018 tim Posko Jenggala bertolak ke Palu, dan transit di Makasar. Penerbangan komersial menuju Palu masih belum dibuka. Setelah komunikasi dengan berbagai pihak berwenang di Lanud AU Makassar, akhirnya tim mendapat ijin berangkat ke Palu dengan menumpang pesawat Hercules milik AU bersama relawan lainnya sekaligus dengan logistik bantuan untuk para korban.
Setiba di Palu, tim mulai merencanakan program aksi sosial dua minggu ke depan dan pemetaan wilayah untuk melakukan pengobatan. Setelah obat-obatan dating dari Jakarta, tim mulai melakukan kegiatan pengobatan gratis. Tim medis dan supporting-nya dibagi jadi tiga dengan pos pelayanan medis yang berada di Posko Andalas di Jalan Raden Saleh - Palu, Posko Kantor Prudential di Jalan Emy Saelan Palu dan satu tim lainnya bergerak (mobile) menuju daerah terdampak bencana di Kota Palu, Kabupaten Donggala dan Kabupaten Sigi sembari merotasi tim dokter, tim paramedis dan tim apoteker di masing-masing posko.
Tatkala barang-barang bantuan sampai di Palu, tim Posko Jenggala mulai mempersiapkan dan membuat paket-paket bantuan dibantu oleh para relawan lokal jaringan Posko Jenggala dan juga Korps Marinir Angkatan Laut yang diminta untuk mengamankan seluruh barang bantuan tersebut selama tim menetap dan beraktifitas di Posko Jalan Raden Saleh Palu
Selain distribusi bantuan untuk para korban di titik-titik pengungsian, tim Posko Jenggala juga diminta untuk memberikan bantuan dalam satu paket bantuan kepada Nasabah/Agen Prudential yang ikut terkena dampak bencana alam gempa dan tsunami.
Kegiatan pengobatan gratis
Gempa bumi dan tsunami Palu - Donggala
Prudential bekerjasama dengan Posko Jenggala
9 -15 Oktober 2018
NOTANGGALLOKASI PENGOBATANJUMLAH PASIENKETERANGAN
19-Oct-18
Posko Andalas
Posko kantor Prudential
Pengobatan di desa Sibalaya Utara Tanambulava, kab Sigi
103
410-Oct-18
Posko Andalas
Posko kantor Prudential
Pengobatan di desa Sibalaya Selatan Tanambulava, kab Sigi
123
711-Oct-18
Posko Andalas
Posko kantor Prudential
Pengobatan di desa Lombonga kec. Balaesang kab. Donggala
165
1012-Oct-18
Posko Andalas
Posko kantor Prudential
Pengobatan di Balaroa
Pengobatan di Buluri
Pengobatan di Bukit Seroja
1513-Oct-18
Posko Andalas
Posko kantor Prudential
Pengobatan di posko pengungsian desa Tosale kec. Banawa Selatan kab. Donggala
1814-Oct-18
Posko Andalas
Posko kantor Prudential
Pengobatan di Siweli kec. Balaesang kab. Donggala
260
2115-Oct-18
Posko Andalas
Posko kantor Prudential
Pengobatan di kel. Poboya kec. Mantikulore kota Palu
TOTAL PASIEN
1169
Kegiatan pengobatan gratis
Gempa bumi dan tsunami Palu - Donggala
Prudential bekerjasama dengan Posko Jenggala
16 - 21 Oktober 2018
NOTANGGALLOKASI PENGOBATANJUMLAH PASIENKETERANGAN
116-Oct-18
Posko Andalas
Pengobatan di desa Sidera kec. Biromaru kab Sigi
Pengobatan di kel. Poboya kec. Mantikulore kota Palu
260
Pengobatan di desa Sintuwu kec. Palolo kab. Sigi
216
517-Oct-18
Pengobatan di desa Siweli kec. Balaesang kab. Donggala
166
Pengobatan di desa Lombonga kec. Balaesang kab. Donggala
Pengobatan di SD Inpres kel. Poboya kec. Mantikulore kota Palu
818-Oct-18
Posko kantor Prudential
Pengobatan di pengungsian Jono Oge
1019-Oct-18
Posko kantor Prudential
Pengobatan di desa Buluri kec. Ulujadi kota Palu
1220-Oct-18
Posko kantor Prudential
Pengobatan di desa Rogo kec. Dolo selatan kab Sigi
1421-Oct-18
Pengobatan di desa Wani II kec. Tanangtovea kab. Donggala
116
TOTAL PASIEN
1182
Foto lapangan dari kegiatan ini — Palu, Donggala, Sigi, Sulawesi Tengah, Oktober 2018.