Mengenal lebih dekat Gerakan Kemanusiaan Posko Jenggala
Posko Jenggala lahir dari semangat solidaritas sejumlah aktivis muda pascareformasi 1998, yang tergerak oleh musibah banjir besar Jakarta pada awal 2000-an. Di bawah inisiatif Andi Sahrandi dan kawan-kawan, mereka mendirikan posko kemanusiaan yang bermarkas di Rumah Jenggala — sebuah kediaman di Jalan Jenggala, Jakarta Selatan yang disediakan oleh pengusaha nasional Arifin Panigoro. Nama "Posko Jenggala" sendiri muncul secara organik saat tim hadir membantu korban Tsunami Aceh 2004, salah satu bencana terdahsyat yang pernah melanda Indonesia.
Dari respons tanggap darurat hingga fase pemulihan jangka panjang, kehadiran Posko Jenggala di Aceh menjadi tonggak penting perjalanan organisasi ini. Pada tahun 2009, gerakan ini resmi berbadan hukum sebagai Yayasan Gerakan Kemanusiaan Posko Jenggala, dengan Dewan Pendiri: Andi Sahrandi, Hadi Basallamah, dan Arifin Panigoro.
Menjadi gerakan kemanusiaan terdepan di Indonesia yang mampu merespons setiap bencana dengan cepat, tepat, dan bermartabat — membangun masyarakat yang tangguh dan saling peduli.
Tiga tokoh yang meletakkan fondasi Yayasan Gerakan Kemanusiaan Posko Jenggala pada tahun 2009.
Penggerak utama sejak banjir Jakarta 2001
Pendukung gerakan sejak fase awal pembentukan
Menyediakan Rumah Jenggala sebagai markas operasional
Kepengurusan yang mengarahkan setiap langkah Gerakan Kemanusiaan Posko Jenggala.
Pembina
Pengawas
Pengurus
Bergabunglah bersama kami. Lihat para sukarelawan kami di halaman Mereka yang Bersama Kami, atau hubungi kami melalui halaman Kontak untuk informasi program kerelawanan.
Lihat seluruh perusahaan, lembaga, dan komunitas yang mendukung gerakan kami di halaman Mitra & Pendukung →