Maret 2017, tim Posko Jenggala bertolak menuju Kabupaten 50 Kota, Sumatera Barat. Sebelumnya, Ilham JN (tim Posko Jenggala di Padang) melakukan kontak dengan instansi terkait di kabupaten tersebut untuk memperoleh situasi terakhir terkait korban musibah banjir di kabupaten itu.
Ilham JN sejak 2012 ikut serta dalam aksi sosial kebencanaan bersama Posko Jenggala pada saat terjadi banjir Bandang di Padang 2012. Tim Jakarta (Andi Sahrandi, Rendy Nugraha dan Shidiq Akbar) membawa bantuan berupa obat-obatan.
Setiba di Padang, tim bersama Ilham JN dan tim Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat langsung menuju Kota Bukittinggi untuk berkumpul dengan tim dari kota ini yang terdiri dari seorang dokter dan empat tenaga paramedis. Dari Bukittinggi, tim singgah singgah di Payakumbuh untuk makan malam dan bertemu dengan tim dokter dari dinas kesehatan dari Kabupaten 50 Kota yang bergabung dengan tim Posko Jenggala ke lokasi bencana
Tengah malam, tim tiba Puskesmas Sialang, menginap di sebuah rumah staf Puskesmas (Dian). Sebagian mengatar paket obat-obatan ke Puskesmas Mongan yang berjarak delapan kilometer dari Puskesmas Sialang. Sebelum beristirahat, sebagian anggota tim membongkar dan mengemas barang-barang bawaan yang dibawa dari Jakarta dan Padang yang terdiri dari obat-obatan, hygiene kit (handuk, sabun, pasta dan sikat gigi) , alat-alat kerja yang terdiri dari sekop, cangkul, gerobak sorong dll
Esok harinya, 11 Maret 2017, pagi-pagi tim sudah berkumpul di Puskesmas Sialang untuk segera menuju lokasi tempat pengobatan gratis sambil memberikan hygiene kit kepada para warga terdampak bencana. Tim dibagi ke empat lokasi yaitu di daerah Mongan, Tanjung, Koto Tangah dan Galuguh di Kecamatan Kapur IX.
Perjalanan menuju ketiga lokasi tersebut sangat sulit ditempuh karena akses jalan menuju lokasi rusak parah dan dan ada beberapa titik genangan lumpur. Sebagai contoh, perjalanan menuju Galuguh yang berjarak 24 kilometer dari Puskesmas Sialang memakan waktu tiga jam perjalanan dan tidak semua kendaraan bisa lewat. Apalagi di Galuguh belum mendapat pasokan listrik dan tidak ada sarana telekomunikasi.
Pengobatan gratis yang diinisiasi Posko Jenggala mendapat sambutan hangat masyarakat. Mulai dari anak-anak, orang dewasa dan manula memadati lokasi Posko Jenggala melakukan pengobatan
Kegiatan pengobatan untuk empat daerah tersebut dilakukan secara serentak sehari. Tim yang bertugas di Koto Tangah dan Galuguh harus bermalam di lokasi karena sore harinya terjadi hujan lebat dan jalan menuju Sialang tidak dapat dilalui.
Minggu, 12 Maret 2017 tim Posko Jenggala yang dari Koto Tangah dan Galuguh kembali ke Sialang dan bertemu dengan tim lainnya. Hari itu diputuskan untuk ke daerah Pangkalan (masih termasuk Kabupaten 50 Kota) yang berjarak sekitar 50 km.
Pangkalan adalah wilayah yang terdampak langsung bencana banjir. Lumpur tebal menggenangi jalan, pemukiman penduduk berantakan akibat terjangan banjir dari sungai yang meluap tidak jauh dari pemukiman penduduk.
Andi Sahrandi menginstruksikan seluruh tim Posko Jenggala untuk segera menurunkan alat-alat kerja yang terdiri dari gerobak sorong, cangkul, sekop, mesin pompa, sapu lidi dan lainnya untuk membersihkan rumah-rumah yang kotor dan jalanan yang masih dipenuhi lumpur dengan dibantu oleh seluruh warga masyarakat di sekitar daerah itu. Tak lupa sekolah dasar dan masjid ikut dibersihkan. Anak-anak hingga orangtua ikut bergotong royong membersihkan kampung mereka. Pembersihan desa dilanjutkan oleh masyarakat esok hari dengan menggunakan peralatan kerja yang kami tinggalkan untuk mereka.