Pada mulanya, visi pengelolaan Tempat Pembuangan Sampah Terakhir (TPST) di Bantar Gebang . Bekasi adalah sebagai pusat studi persampahan dan alternatif pariwisata. Saat ini luas areal penampungan sampah mencapai 110 hektar, dan akan ditambah lagi 10,5 hektar.
Untuk aktifitas pengolahan. TPST terbagi menjadi lima zona.Jumlah truk pengangkut sampah yang keluar-masuk ke TPST ini kurang lebih 1.000 unit per hari.Sejumlah 53 persen volume sampah di TPST ini diolah menjadi kompos. Sampah yang cukup mendominasi adalah limbah plastik!
Kawasan sekitar TPST dihuni oleh ribuan warga yang berprofesi sebagai pemulung. Akibat interaksi tiap hari dengan gunungan sampah membuat mereka sangat rentan mengidap dan terkena serangan aneka penyakit.
Jumat malam tanggal 12 Oktober 2012, beberapa rekan-rekan paramedis dari Universitas Muhammadiyah Jakarta bermalam di Posko Jenggala (kediaman Andi Sahrandi), untuk mempersiapkan segala keperluan untuk kegiatan bakti sosial ke TPST tersebut.
Pagi hari tanggal 13 Oktober 2012, Tim Posko Jenggala yang terdiri dari enam dokter (Ardinal, Restu, Jun, Oji, Rizka dan Wulan), enam orang paramedis (Amril, Fajri, Pria, Sigit, Trisna dan Raysha) ditambah dengan Erma dan Wina sebagai tambahan tenaga medis, beserta Rendy dan Jarot (logistik) siap berangkat menuju lokasi baksos.
Tiba di lokasi, tim disambut oleh warga yang sudah menunggu dan antusias untuk berobat. Juga hadir aparat Desa Cikiwul dan rt/rw setempat. Baksos mengambil tempat di ruang madrasah/PAUD.
Kegiatan pengobatan gratis yang berlangsung sejak pagi hingga sore hari itu cukup membantu warga dan masyarakat yang sehari-hari bergumul dengan tumpukan sampah dan limbah itu.
Foto lapangan dari kegiatan ini — Bantar Gebang, Bekasi, Jawa Barat, Oktober 2012.