Pandemi Covid 19 yang melanda Indonesia sejak Maret 2020 membuat pemerintah pusat memberlakukan social distancing seluruh aktifitas masyarakat dan instansi pemerintah/swasta. Pembatasan sosial ini membawa dampak terutama bagi golongan ekonomi lemah yang pendapatan dan penghidupannya sehari-hari dipenuhi dari kerja harian. .
Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) banyak terjadi terjadi di beberapa daerah di Indonesia, membuat daya beli masyarakat semakin menurun. Hal tersebut mengusik hati Koordinator Posko Jenggala, Andi Sahrandi, yang kemudian berupaya mengatasi dampak negatif yang menimpa orang kecil.
Andi Sahrandi dan tim Posko Jenggala mencoba berbuat sesuatu untuk memberikan bantuan untuk meringankan beban yang dialami segolongan kaum dhuafa. Akhirnya diputuskan Posko Jenggala akan memberikan bantuan berupa makan siang/nasi bungkus bagi para pekerja harian lepas dan ojek online di seputaran Jabodetabek, Bantuan tersebut selanjutnya dilengkapi dengan paket kebutuhan bahan pokok sebanyak 250 paket. Dalam setiap paket terdiri atas: beras lima kilogram, 20 bungkus mie instan, dua liter minyak goreng, satu kaleng sardines, satu bungkus garam dapur, satu botol kecap, satu botol saus sambal, satu botol sabun mandi. Wi;ayah sasaran distribusi bantuan dipilih seputaran Tangerang Selatan dan Jakarta Selatan.
Distribusian bantuan nasi bungkus dilakukan di beberapa wilayah meliputi Kampung Melayu, Grogol, Cijantung, Lebak Bulus, Ciputat, Ciledug, Pondok Aren dan beberapa wilayah lainnya, Sedangkan bantuan kebutuhan bahan pokok didistribusikan ke wilayah Ciputat, Cirendeu, Pamulang, Bintaro dan beberapa wilayah lainnya untuk para manula, anak yatim, dan kaum dhuafa.
Foto lapangan dari kegiatan ini — Jabodetabek dan Sekitarnya, DKI Jakarta, April 2020.