Kamis, 18 Juni 2026 · Gerakan Kemanusiaan Posko Jenggala
Beranda — Selayang Pandang — Tentang Kami Laporan Aksi Galeri Sejarah Kontak
Tanggap Bencana

Bantuan Zakat untuk Pengungsi Sinabung

📅 Jumat, 1 Mei 2015 📍 Kabupaten Karo, Sumatera Utara 👥 20 relawan 🏠 500 jiwa terbantu
Bantuan Zakat untuk Pengungsi Sinabung
20Relawan
500Jiwa Terbantu
2015Tahun Aksi

Status Gunung Sinabung dinaikan menjadi Awas pada Juni 2015 sehingga membuat penduduk beberapa desa di sekitarnya diungsikan ke tempat yang lebih aman. Termasuk beberapa desa pada awal erupsi Sinabung tahun 2014 dimana Posko Jenggala melakukan aksi bersih desa di Kutarayat, Kebayaken, Kutagugung dan Sigarang-garang

Status Awas Sinabung memaksa tim Posko Jenggala tergerak kembali membantu para pengungsi, seperti yang dilakukan pada 2014. Apalagi ada sebanyak warga 11 desa yang kembali mengungsi di 10 titik pengungsian. Diputuskan bantuan yang akan diberikan berupa paket 1000 hygiene kit untuk orang yang sudah lanjut usia dan 1000 kaos tangan panjang untuk anak-anak Sinabung.

Tiap paket hygiene kit terdiri dari 1 buah sabun mandi, 1 buah sikat gigi, 1 buah pasta gigi dan 10 sachet shampo yang didistribusikan ke 10 titik pengungsian yang tersebar di Kecamatan Kabanjahe dan Kecamatan Berastagi, Kabupaten Tanah Karo.

Perjalanan dimulai Rabu tanggal 1 Juli 2015. Tim yang berangkat terdiri dari Andi Sahrandi, Rendy Nugraha, Insan Slamet dan Priantono Umar. Setiba di Medan, Putrarelawan yang aktif bersama Posko Jenggala sejak erupsi Sionabung 2014ikut bergabung menuju Kabanjahe.

Esok harinya tanggal 2 Juli 2015 tim Posko Jenggala bersama-sama dengan Karang Taruna Kabanjahe mendistribusikan seluruh paket hygiene kit dan kaos untuk anak-anak pengungsi Sinabung di 10 titik pengungsian. Sebagian anggota tim menuju pengungsian warga Desa Gurukinayan yang terletak di jambur Desa Batukarang. Kedatangan tim Posko Jenggala sontak membuat suasana di pengungsian menjadi ramai dan orang-orang berdatangan menghampiri Andi Sahrandi yang lebih dikenal dengan panggilan Bulang. Bulang artinya kakek dalam bahasa Karo, Andi Sahrandi memang begitu menyayangi warga terutama anak-anak. Dimanapun berada, Andi selalu berusaha membuat senang para pengungsi terutama anak-anak.

Esok harinya, tim menuju beberapa titik pengungsian membawa kaos untuk anak-anak pengungsi Sinabung yang belum sempat terdistribusikan. Setelah itu, tim mengunjungi desa-desa yang sebelumnya pernah disinggahi saat erupsi tahun 2014.

Tim menuju Desa Kutarayat. Dalam perjalanan melewati Desa Naman, Desa Sukanalu, Sigarang-garang, dan Kutagugung. Semua warga desa tersebut diungsikan. Sepanjang perjalanan melewati desa-desa tersebut, walaupun tidak terlihat abu yang tebal, tetapi kondisi desa sudah kosong.

Selang beberapa lama, tim tiba di Desa Kutarayat. Sama kondisinya, terlihat sepi tetapi masih ada beberapa penduduk yang berada di desa tersebut dan masih mengenali anggota tim. Setelah berkeliling menyusuri jalan desa, sekolah dasar, masjid, gereja sampai akhirnya tim singgah di Desa Kebayaken. Warga desa ini tidak diungsikan tetapi aktifitas sehari-hari praktis berhenti total karena akses ke kota harus melewati masuk zona merah.

Sore harinya perjalanan dilanjutkan ke Desa Batukarang, tempat pengungsian warga Desa Gurukinayan. Atas inisiatif Andi Sahrandi, beberapa pemuda setempat salah satunya Moral Sitepu (yang ikut membantu pada saat membangun huntara di desa Gurukinayan) diminta untuk membuat hiburan organ tunggal. Malam harinya hiburan bagi pengungsi bergema di sekitar jambur Batukarang. Sambil berbuka puasa seadanya bersama pengungsi, semua yang hadir ikut menikmati hiburan terutama anak-anak pengungsi.

Malam harinya, tim menuju jambur Desa Tongkoh, yaitu tempat pengungsi desa Kutarayat. Disini pun, tim menyewa organ tunggal untuk sekedar menghibur pengungsi di saat hujan abu vulkanik tidak berhenti di tempat mereka mengungsi ini.

Hiburan dikoordinir oleh Karang Taruna Kecamatan Kabanjaheyang setia menemani tim dari awal penyerahan bantuan sosial ke 10 titik pengungsian. Mereka juga ikut membagikan makanan ringan untuk anak-anak pengungsi yang sebelumnya mereka himpun dari berbagai pihak. Nyanyian dan tarian terus-menerus ditampilkan untuk menghibur mereka yang masih memelihara semangat bersama meskipun sedang dilanda nestapa tak berkesudahan.

Dokumentasi Foto Kegiatan

Foto lapangan dari kegiatan ini — Kabupaten Karo, Sumatera Utara, Mei 2015.

← Kembali ke Daftar Aksi

Detail Aksi

Tanggal 1 Mei 2015
Lokasi Kabupaten Karo
Provinsi Sumatera Utara
Kategori Tanggap Bencana
Relawan 20 orang
Jiwa Terbantu 500 jiwa

Aksi Terkait

Erupsi Lewotobi: Huntara & Bantuan Darurat Flores Timur
4 Nov 2024
Tanggap Bencana Erupsi Gunung Lewotobi, Nusa Tenggara T...
4 Nov 2024
Tanggap Bencana Gempa Cianjur, Jawa Barat
22 Nov 2022