Saturday, August 08, 2020
  • Ikuti Kami
  • Posko Jenggala
  • Posko_Jenggala
  • Posko Jenggala
  • Posko_Jenggala

Banjir Bandang Solok Selatan

Published : 25-Juni-2020 | 14:39:14

Andi Sahrandi, mengkordinir relawan Posko Jenggala memberihkan jalan yang tertutup lumpur di Nagari Pakan Raba'a Timur, Solok Selatan


Ratusan korban banjir bandang di Nagari Pakan Rabaa Timur, kecamatan Koto Parik Gadang Diateh, Kabupaten Solok Selatan, Sumatera Barat, hingga kini masih bertahan di tempat pengungsian. Hal itu terpaksa dilakukan lantaran material banjir masih menutupi rumah-rumah mereka. Setidaknya 330 jiwa saat ini masih mengungsi karena rumah mereka belum bisa ditempati. Beberapa rumah di antaranya juga mengalami rusak berat sehingga tidak bisa ditempati lagi.

Ada lima titik pengungsian yang dibangun tim untuk menampung korban banjir bandang. Lima titik tersebut yaitu di Sapan Salak, Aia Batuang, Sapan Batu, Pasia Panjang dan Balai Adat. Sejak banjir bandang melanda tepat satu minggu, korban masih bertahan di pengungsian akibat rumah mereka yang rusak berat

Terjangan banjir bandang di Nagari Pakan Rabaa Timur, kecamatan Koto Parik Gadang Diateh, Kabupaten Solok Selatan, Sumatera Barat, Minggu, 24 November 2019 lalu, masih menyisakan duka. Bagaimana tidak, sebanyak 25 rumah rusak berat dan tak lagi bisa dihuni. Tiga rumah lainnya, bahkan hanyut tanpa bekas. Harta benda musnah. Pun dengan dokumen-dokumen penting yang turut terseret atau tertimbun material banjir bandang dan hampir dipastikan tak lagi bakal bisa digunakan.

Duka masyarakat Nagari Pakan Rabaa tersebut ditanggapi oleh Pemerintah Kabupaten Solok Selatan dengan menyiapkan dua hektare tanah untuk merelokasi rumah korban banjir bandang. Sebab lokasi yang kini dihuni rawan jika terus ditempati. Lahan seluas dua hektare tersebut bisa menampung sebanyak 68 keluarga. Masyarakat yang diprioritaskan untuk direlokasi adalah korban banjir bandang yang rumahnya rusak berat dan hanyut serta korban yang trauma tinggal di tempatnya sekarang.

Lokasi relokasi tersebut masih di Nagari Pakan Rabaa Timur ini, namun lebih aman di banding beberapa jorong yang terdampak banjir bandang, pemilihan lokasi relokasi ini juga mempertimbangkan kegiatan ekonomi masyarakat yang bertani di sekitar rumah mereka saat ini.

Pemkab Solok Selatan juga berkoordinasi dengan pemerintah provinsi dan pusat untuk membangun hunian sementara sehingga korban yang terdampak banjir bandang segera kembali memiliki tempat tinggal yang layak.

Sementara itu tim gabungan dari instansi terkait dan para relawan hingga kini fokus membersihkan material di jalan serta di rumah warga. Untuk posko kesehatan ditempatkan balai adat dan mereka melayani korban selama 24 jam. Pengungsi paling banyak berada di Sapan Salak 100 orang, Aia Batuang 60 orang, Sapan Batu 70 orang, Pasir Panjang 70 orang dam Balai Adat 30 orang, sebanyak 15 balita juga ikut terdata dipengungsian

Tingginya intensitas hujan dalam waktu yang lama di Solok Selatan dalam sepekan terakhir menyebabkan 'Nagari Seribu Rumah Gadang' itu dilanda bencana banjir dan longsor secara bertubi-tubi pada Rabu (20/11), Jumat (22/11), dan Minggu (24/11), dan meluapnya sungai-sungai kecil di daerah setempat.

BPBD Solok Selatan merilis 11 nagari di 3 kecamatan terdampak banjir dan longsor. 1.706 Kepala Keluarga atau 8.809 jiwa terdampak banjir, dan merendam 1.952 unit rumah. 18 rumah mengalami rusak berat, lima rusak sedang, dan 3 unit rusak ringan. Banjir tidak hanya merendam rumah warga, tetapi juga merusak fasilitas publik seperti dua kantor , tujuh unit sekolah, lima rumah ibadah, dua irigasi, dan merusak 60 meter badan jalan.

 

Setelah mendapatkan informasi bahwasanya di Sumatera Barat, khususnya di kabupaten Agam dan kabupaten Solok Selatan terjadi banjir bandang yang menimpa pemukiman warga, tim Posko Jenggala bersama perwakilan dari PT, Energi Mega Persada, Tbk yang merupakan salah satu dari kelompok usaha Bakrie segera mempersiapkan untuk segera membantu korban terdampak banjir bandang di kabupaten Agam dan kabupaten Solok Selatan, selanjutnya tim Advance Posko jenggala mulai mengumpulkan dan menginventarisir data-data mengenai korban, pengungsi, kerusakan, akses jala, dll

Tim Advance Posko Jenggala berangkat menuju lokasi banjir bandang di kabupaten Agam tepatnya di kecamatan Tanjung Raya, yang kebetulan salah satu dari tim Posko Jenggaka yaitu Insan sedang berada di kec. Tilatang Kamang, kabupaten Agam, selanjutnya Andi Sahrandi yang merupakan perwakilan dari PT. Energi Mega Persada, Tbk dan juga Koordinator Posko Jenggala segera menginstruksikan kepada Insan dan Avid dibantu pemuda dari kecamatan Tilatang Kamang berangkat menuku lokasi untuk melakukan pendataan dilokasi bencana

Selain tim Advance dari kecamatan Tilatang Kamang, tim Posko Jenggala dari Jakarta juga berangkat menuju lokasi bencana di Sumatera Barat khususnya menuju kabupaten Agam dan kabupaten Solok Selatan, adalah Rendy, Shiddiq dan Jon Famil tanggal 24 November 2019 berangkat melalui jalur darat dengan menggunakan kendaraan operasional Posko Jenggala, perjalanan darat ditempuh selama 2 hari 2 malam melalui lintas tengah Sumatera menuju ke kecamatan Tilatang Kamang yang dijadikan homebase dan juga merupakan kediaman Andi Sahrandi di kabupaten Agam, tim dari Jakarta sempat singgah di lokasi bencana banjir bandang di kabupaten Solok Selatan, tepatnya nagari Pakan Rabaa Timur, kecamatan Koto Parik Gadang Diateh, kabupaten Solok Selatan untuk melihat, meninjau dan menginventarisir keadaan di lokasi tersebut serta berkoordinasi dengan sekretaris nagari Pakan Rabaa Timur

Selanjutnya berkumpulah beberapa organisasi relawan yang sudah siap bersama-sama berangkat menuju lokasi, adalah relawan dari fakultas Pariwisata Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat dan Pemuda Siaga Bencana dari kecamatan Tilatang Kamang, kabupaten Agam. Mereka mulai membeli dan mengumpulkan barang-barang bantuan yang rencananya akan didistribusikan ke daerah terdampak banjir bandang di Sumatera Barat meliputi kabupaten Agam dan kabupaten Solok Selatan, barang-barang tersebut berupa 1 bh genset, 1 bh pompa air/lumpur, 1000 bh selimut, 50 pasang sepatu boot, 50 bh sekop, 20 bh gerobak sorong, 1 buah mesin semprot/mesin steam, dan 1000 paket hygiene kit yang terdiri dari sikat gigi, pasta gigi, sabun, shampoo, detergen dan lotion nyamuk

Tim dari Jakarta sampai ke kecamatan Tilatang Kamang pada hari Selasa tanggal 26 November 2019, kemudian tanggal 27 November 2019 pukul 03.00 dinihari seluruh personil dari Posko Jenggala, pemuda Tilatang Kamang, perangkat daerah Tilatang Kamang dan para relawan dari mahasiswa Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat berangkat menuju Solok Selatan, diperkirakan waktu tempuh dari Tilatang Kamang ke lokasi bencana di kabupaten Solok Selatan sekitar 5 jam perjalanan darat, tim langsung menuju lokasi banjir bandang yaitu di nagari Pakan Rabaa Timur, kecamatan Koto Parik Gadang Diateh, kabupaten Solok Selatan, sedangkan untuk tim yang akan memberi bantuan bagi korban terdampak di kabupaten Agam tepatnya di daerah Jorong Galapung, Nagari Tanjung Sani, Kecamatan Tanjung Raya kabupaten Agam akan di pimpin oleh camat Tilatang Kamang siang harinya

Sebelum ke lokasi kami sempat singgah untuk berkoordinasi di kantor sementara BPBD kabupaten Solok Selatan dan diterima oleh sekretaris BPBD, selanjutnya setelah sarapan pagi kami langsung menuju lokasi, disepanjang jalan menuju lokasi tampak perbukitan yang membentang sejauh 2 km, sampailah kami di nagari Pakan Rabaa Timur, terlihat ada beberapa titik bekas longsoran yang sudah bersih dan bisa dilalui oleh kendaraan

Dilokasi seluruh personil langsung turun ke lapangan bersama warga dan bergotong royong membersihkan akses jalan yang masih tertutup lumpur dan material terjangan banjir seperti kayu-kayuan dan bebatuan dari atas bukit, seharian penuh tim melakukan pembersihan jalan dan beberapa rumah yang tergenang lumpur, bahkan Andi Sahrandi pun turun kelapangan

Riang gembira serta semangat bahu membahu ditunjukan oleh kami bersama warga terdampak banjir bandang, selain itu juga kami mendistribusikan sebagian barang bantuan yang dibawa untuk diberikan kepada para warga terdampak yang saat ini mengungsi disekitaran kecamatan Koto Parik Gadang Diateh, kab. Solok Selatan

Keesokan harinya tanggal 28 November 2019 tim kembali menuju kantor sementara BPBD Solok Selatan untuk berkoordinasi mengenai tindak lanjut penanganan korban terdampak banjir bandang, setelah rapat dan lain sebagainya, tim Posko Jenggala beserta para relawan lainnya menuju Jorong Pasar Muara Labuh Timur, Nagari Pasar Muara Labuh kecamatan Sungai Pagu kabupaten Solok Selatan

Daerah Pasar Muara Labuh tidak terdampak banjir bandang tetapi terdampak banjir besar setinggi 170 cm dalam curah hujan yang tinggi karena besebelahan dengan aliran sungai, dilokasi kami bertemu dengan Deki yang merupakan Jorong Pasar Muara Labuh Timur, terlihat bekas banjir yang melanda jorong tersebut, sisa-sisa lumpur dan genangan air masih tampak terlihat, tanpa berpikir panjang Andi Sahrandi segera menginstruksikan kepada tim untuk segera membersihkan jalan yang masih terdampak lumpur dan genangan air, tim mulai mempersiapkan alat-alat kerja, yaitu mesin pompa air, sekop, cangkul dll

Tim relawan dan warga bergotong royong bersama membersihkan jalanan yang masih berlumpur, selain itu beberapa akses dan ruas jalan berlumpur juga diberikan pasir batu dan batu kali untuk menimbun lumpur dan apabila hujan ringan masih dapat dilewati serta tidak becek

 

 


Waktu Kegiatan


27-Nopember-2019 S/D 03-Desember-2019

Lokasi Kegiatan


Aktivitas Terbaru


Selengkapnya

Kontak

GERAKAN KEMANUSIAAN POSKO JENGGALA

Jl. Gunung Indah II No. 50, Cirendeu, Ciputat, Tanggerang Selatan

(021) 7445734

(021) 7445734

info[at]posko-jenggala.org

www.posko-jenggala.org