Saturday, August 08, 2020
  • Ikuti Kami
  • Posko Jenggala
  • Posko_Jenggala
  • Posko Jenggala
  • Posko_Jenggala

Tsunami Selat Sunda

Published : 25-Juni-2020 | 13:49:51

Relawan Posko Jenggala sedang membagikan alat-alat tulis di SD Negeri II Tamanjaya, kec Sumur kab. Pandeglang


Tanggal 24 Desember 2018 Pukul 10.05 tim Posko Jenggala berangkat dari Cirendeu menuju titik lokasi bencana, keluar tol Cilegon sekitar pukul 13.00 dan menuju arah ke Pandeglang melewati sepanjang bibir pantai Anyer - Carita - Labuan hingga ke Tanjung Lesung
Sepanjang jalan yg dilalui mulai dari Anyer hingga Tanjung Lesung memang banyak terlihat dampak terjangan Tsunami, hal tersebut terlihat dari bekas pohon yang tumbang, bangunan yang hancur sampai mobil2 yg rusak terkena terjangan Tsunami
Sepanjang Anyer sampai Tanjung Lesung sebagian besar bangunan yg hancur merupakan penginapan dan hotel dan tempat wisata dibandingkan dengan rumah penduduk yg hancur
Dikawasan terdampak terkena Tsunami didaerah Carita air laut yang naik kedarat terlihat tidak jauh dari sekitar bibir pantai, hal tersebut terlihat dari bangunan2 diseberang jalan yang tidak begitu parah kerusakannya dan dengan di dukung cerita warga yang ada di sekitar pantai didaerah tersebut terutama didusun Karawang desa Sukarame kec. Carita tempat kita sempat bermalam
Menurut tokoh setempat sebagian besar warga yang mengungsi bukan korban langsung yang terkena Tsunami melainkan warga masyarakat yang trauma untuk tinggal di rumah masing-masing, itu pun mereka mengungsi ke tempat yg tentu saja lebih tinggi dirumah-rumah kerabatnya atau tetangganya bukan mendirikan tenda2 pengungsian
Ada warga yg mengungsi dibalai desa dan sekolah didaerah Tanjung Lesung tetapi sudah terlihat terkondisikan, sudah di dampingi oleh TNI, Tagana, relawan-relawan dan unsur terkait 
Selanjutnya tim Posko Jenggala menuju kecamatan Sumur yg menurut informasi masih kurang bantuan yang masuk ke wilayah tersebut karena sempat terisolir beberapa waktu akibat jembatan yg putus untuk akses ke kecamatan Sumur
Sepanjang jalan terlihat sebagian besar bibir pantai merupakan tanah kosong milik warga juga dapat dijumpai beberapa penginapan dan tempat wisata, sisa2 pohon tumbang dan bebatuan masih terlihat sebagai dampak Tsunami yang menerjang selat Sunda sepanjang yang kami lalui dan masih Nampak beberapa alat berat sedang membersihkan beberapa bagian jalan dari puing-puing dan pohon-pohon yang tumbang akibat terjangan Tsunami serta perbaikan tiang-tiang listrik dan penyambungan kabel yg putus juga mulai dilakukan 
 
Keadaan di kec. Sumur
1. Merupakan daerah terparah yg terkena dampak Tsunami dibandingkan dengan wilayah Carita dan Labuan karena di bibir pantai merupakan pusat perekonomian warga (pasar, pelelangan ikan dan kawasan wisata penyebrangan ke pulau kecil)
2. Radius kurang lebih 75 meter dr bibir pantai banyak bangunan rusak berat, seperti rumah penduduk, fasum dan fasos
3. Penduduk sekitar sudah mengungsi ke beberapa titik pengungsian di titik yang lebih tinggi, umumnya di rumah2 saudara, kerabat dan tetangga didesa sebelah dan dijumpai juga ada pengungsian di ruang-ruang kelas sekolah
4. Tidak ditemui tenda2 pengungsian yg didirikan, karena musim penghujan dan intensitas curah hujan yang tinggi setelah tidak memungkinkan untuk mendirikan tenda-tenda
5. Kebutuhan pangan, medis dan lainnya dijumpai oleh tim advance masih melimpah di wilayah Pandeglang walaupun belum merata pada saat tim Posko Jenggala datang
6. Tim dari Basarnas, BPBD, TNI, Polri, Pemda dan relawan-relawan dari berbagai element banyak membuka posko2 bantuan bagi pengungsi
 
Fokus tim advance Posko Jenggala selanjutnya menuju daera Lampung Selatan (Kalianda, Sidomulyo, Rajabasa dan Katibung) mencari titik pengungsian/wilayah terdampak Tsunami yang dirasa belum mendapat sentuhan bantuan yang layak dari berbagai pihak 
Tim Posko Jenggala menyisir lokasi terdampak Tsunami sepanjang pesisir Lampung Selatan dari Kalianda sampai Rajabasa, Kondisi yang terjadi tidak jauh berbeda dengan apa yang terjadi di Carita - Labuan - Tanjung Lesung - Sumur namun menurut pengamatan kami air laut yg naik ke darat cenderung lebih kecil dan masih dalam radius dekat dari bibir pantai jika dibandingkan dengan Tsunami yang menerjang kawasan Banten
Jika di Banten sebagian besar merupakan kawasan wisata, hotel dan penginapan Nampak terlihat di daerah Lampung merupakan pemukiman penduduk, pasar dan pusat pelelangan ikan
Rumah mereka baik yang rusak ataupun tidak saat tim Posko Jenggala berada di lokasi sebagian besar mengungsi ke wilayah perbukitan 
Di desa Sukaraja kec. Rajabasa kab. Lampung Selatan, kami jumpai banyaknya titik-titik pengungsian yang didirikan di wilayah perbukitan, desa tsb ada 4 dusun dan dengan jumlah jiwanya sekitar 4000an 
Pengungsian yg mereka dirikan merupakan tenda dari terpal yang didirikan dengan keadaan seadanya dan juga nampak terlihat perlengkapan tidur seadanya tanpa penerangan yg jelas, dari mulai bayi, anak-anak hingga manula mengungsi di tenda-tenda tersebut akses masuk menuju titik-titik pengungsian tersebut bisa ditempuh dengan mobil dan ada sebagian titik-titik pengungsian yang hanya bisa diakses oleh motor/jalan kaki, banyaknya balita dan anak kecil yang tidur di tenda-tenda tersebut akan mengakibatkan rentan terserang penyakit, mengingat saat ini merupakan musim penghujan
Mereka tersebar di beberapa titik perbukitan dan ada juga sebagian kecil mengungsi disekolah-sekolah, semua warga meninggalkan rumah masing-masing baik yang rusak ataupun tidak karena trauma akibat Tsunami dan banyaknya beredar informasi yang didapat air laut pasang serta terjadinya Tsunami susulan ditambah dengan aktifitas gunung Krakatau yang meningkat
Tanggal 5 Januari tim Posko Jenggala kembali menuju ke wilayah kabupaten Lampung Selatan tepatnya ke desa Sukaraja kec. Rajabasa, kami kembali menuju salah satu dusun yang terkena dampak Tsunami Selat Sunda yang sebelumnya sudah kami kunjungi
Kondisi saat itu para pengungsi yang berada dibukit-bukit sudah sebagian kembali kerumah masing-masing walaupun belum ada arahan untuk kembali dari pemerintah daerah setempat, rumah mereka dekat dengan pantai tetapi tidak hancur ataupun rusak akibat Tsunami yang melanda Selat Sunda
Kondisi yang terlihat pada saat itu relatif terkondisikan dari sisi kebutuhan pangan, mereka membutuhkan pasokan air bersih untuk kebutuhan sehari-hari, baik untuk memasak, minum dan lainnya serta kebutuhan tempat tinggal secara layak diatas bukit
 

Waktu Kegiatan


24-Desember-2018 S/D 07-Maret-2019

Lokasi Kegiatan


Aktivitas Terbaru


Selengkapnya

Kontak

GERAKAN KEMANUSIAAN POSKO JENGGALA

Jl. Gunung Indah II No. 50, Cirendeu, Ciputat, Tanggerang Selatan

(021) 7445734

(021) 7445734

info[at]posko-jenggala.org

www.posko-jenggala.org