Friday, April 28, 2017
  • Ikuti Kami
  • Posko Jenggala
  • Posko_Jenggala
  • Posko Jenggala
  • Posko_Jenggala

Erupsi Gunung Kelud 2014

Published : 05-Maret-2015 | 09:43:12

Letusan Kelud 2014 dianggap lebih dahsyat daripada tahun 1990 meskipun hanya memakan 4 korban jiwa akibat peristiwa ikutan, bukan akibat langsung letusan, Peningkatan aktivitas sudah dideteksi di akhir tahun 2013. Namun demikian, situasi kembali tenang. Baru kemudian diumumkan peningkatan status dari Normal menjadi Waspada sejak tanggal 2 Februari 2014.


Letusan Kelud 2014 dianggap lebih dahsyat daripada tahun 1990 meskipun hanya memakan 4 korban jiwa akibat peristiwa ikutan, bukan akibat langsung letusan, Peningkatan aktivitas sudah dideteksi di akhir tahun 2013. Namun demikian, situasi kembali tenang. Baru kemudian diumumkan peningkatan status dari Normal menjadi Waspada sejak tanggal 2 Februari 2014.

Pada 10 Februari 2014, Gunung Kelud dinaikkan statusnya menjadi Siaga dan kemudian pada tanggal 13 Februari pukul 21.15 diumumkan status bahaya tertinggi, Awas (Level IV), sehingga radius 10 km dari puncak harus dikosongkan dari manusia. Hanya dalam waktu kurang dari dua jam, pada pukul 22.50 telah terjadi letusan pertama tipe ledakan (eksplosif).

Erupsi tipe eksplosif seperti pada tahun 1990 ini (pada tahun 2007 tipenya efusif, yaitu berupa aliran magma) menyebabkan hujan kerikil yang cukup lebat dirasakan warga di wilayah Kecamatan Ngancar, Kediri, Jawa Timur, lokasi tempat gunung berapi yang terkenal aktif ini berada, bahkan hingga kota Pare, Kediri.

Wilayah Kecamatan Wates dijadikan tempat tujuan pengungsian warga yang tinggal dalam radius sampai 10 kilometer dari kubah lava, sesuai rekomendasi dari Pusat Vulkanologi, Mitigasi, dan Bencana Geologi (PVMBG).

Suara ledakan dilaporkan terdengar hingga kota Solo dan Yogyakarta (berjarak 200 km dari pusat letusan), bahkan Purbalingga (lebih kurang 300 km), Jawa Tengah

Dampak berupa abu vulkanik pada tanggal 14 Februari 2014 dini hari dilaporkan warga telah mencapai Kabupaten Ponorogo, bahkan di Yogyakarta hampir seluruh wilayah tertutup abu vulkanik yang cukup pekat melebihi abu vulkanik dari Merapi.

Ketebalan abu vulkanik di kawasan Yogyakarta dan Sleman bahkan diperkirakan lebih dari 2 centimeter. Dampak Debu abu vulkanik juga mengarah ke arah Barat Jawa, dan dilaporkan sudah mencapai Kabupaten Ciamis, Bandung dan beberapa daerah lain di Jawa Barat.

Di daerah Madiun dan Magetan jarak pandang untuk pengendara kendaraan bermotor atau mobil hanya sekitar 3-5 meter karena turunnya abu vulkanik dari letusan Gunung Kelud tersebut sehingga banyak kendaraan bermotor yang berjalan sangat pelan. Di sisi lain banyak pengguna kendaraan atau warga di sekitar Kota Madiun yang terganggu akibat Erupsi tersebut.

Dampak erupsi gunung Kelud yang terjadi menyebabkan warga mengungsi di beberapa titik terutama disekitar kab. Kediri, kab. Blitar dan kab. Malang, adapun warga yang mengungsi membutuhkan bantuan guna menunjang kehidupan mereka di pengungsian

Hal tersebut yang membuat Posko Jenggala turut membantu meringankan para korban erupsi gunung Kelud di titik pengungsian

 

BANTUAN SOSIAL POSKO JENGGALA

Sabtu tanggal 15 Februari 2014

Tim Posko Jenggala bersiap-siap menuju kab. Kediri, tepat pukul 20.00 tim Posko Jenggala yang terdiri dari Rendy, Jarot dan Amril berangkat menuju kab. Kediri, perjalanan yang kami tempuh kira-kira selama 20 jam perjalanan.

Sepanjang perjalanan terlihat abu yang menutupi jalan akibat erupsi gunung Kelud, terutama ketika mulai memasuki kota Yogyakarta, kami tiba di kab. Kediri hari minggu tanggal 16 Februari 2014 pukul 16.00 dan kami langsung menuju balai desa Tawang kecamatan Wates.

Di desa Tawang kami mulai membagikan bantuan yang kami bawa dari Jakarta untuk diberikan kepada para pengungsi, setelah itu kami menuju desa Sugih Waras di kecamatan Wates yang merupakan salah satu desa dalam radius 5 km dari lereng gunung Kelud

Senin, 17 Februari 2014

Pagi hari tim Posko Jenggala menuju ke SLTPN 1 Wates untuk membagi-bagikan masker kepada siswa SLTPN 1 Wates dengan dibantu oleh para guru, kemudian kami bertolak menuju desa Wanarejo kecamatan Wates yang berjarak 3 km dari SLTPN 1 Wates dan kemudian kami memberikan bantuan sosial berupa selimut, obat-obatan dan baju wanita dewasa, di posko pengungsian tersebut terlihat beberapa relawan, TNI dan organisasi kemasyarakatan tengah membantu mengakomodir para pengungsi, juga terdapat posko pengobatan bekerjasama dengan puskesmas setempat

Para pengungsi yang menempati balai desa Wanarejo sebanyak 101 orang, desa Wanarejo terletak dalam radius 10 km dari lereng gunung Kelud, ketebalan abu di desa Wonorejo mencapai 5 cm,

Setelah dari desa Wanarejo kami pun meneruskan perjalanan menuju desa Siman kecamatan Kepung yang berjarak 20 km, terlihat beberapa titik pengungsian sepanjang jalan yang kami lalui

Bantuan yang kami bawa diserahkan di posko pengungsian yang terletak di SDN 1 Siman, dengan jumlah pengungsi sebanyak 352 orang, keadaan pengungsi cukup baik, logistic, air bersih, dan posko pengobatan tersedia

Dari desa Siman kami lanjutkan perjalanan menuju desa Jaban dengan jarak sekitar 5 km dari desa Siman, yang juga masih terletak di kecamatan Kepung, lokasi titik pengungsian terletak di SDN 4 Jaban, berdasarkan informasi jumlah pengungsi sebanyak 422 orang dan belum ada yang kembali kerumah masing-masing, hanya di pagi sampai dengan sore hari warga kembali kerumah masing-masing untuk membersihkan abu erupsi gunung Kelud dan kembali kepengungsian untuk bermalam

Selasa, 18 Februari 2014

Kami kembali menuju Jakarta, sebelum menuju Jakarta kami singgah di kota Blitar untuk melihat kondisi dari sekitar kota Blitar pasca erupsi gunung Kelud 14 Februari lalu, kami menemukan titik lokasi pengungsian yang sudah kosong dan jalan-jalan sekitar kota Blitar tidak seperti di kab. Kediri, disini cenderung lebih baik kondisinya, debu akibat erupsi gunung Kelud pun sedikit

Setelah dari kota Blitar kami melewati kab. Malang tepatnya di desa Ngantang, kondisi di desa Ngantang sangat memprihatinkan bahkan jauh lebih buruk dari kondisi di kab. Kediri, banyak bangunan rumah warga, masjid, gereja dan sekolah yang rusak bahkan ambruk akibat terkena abu erupsi gunung Kelud


Waktu Kegiatan


11-Februari-2014 S/D 18-Februari-2014

Lokasi Kegiatan


Tidak ada data lokasi kegiatan.

Berita Terbaru


Selengkapnya

Aktivitas Terbaru


Selengkapnya

Kontak

GERAKAN KEMANUSIAAN POSKO JENGGALA

Jl. Gunung Indah II No. 50, Cirendeu, Ciputat, Tanggerang Selatan

(021) 7445734

(021) 7445734

info[at]posko-jenggala.org

www.posko-jenggala.org