Sunday, November 19, 2017
  • Ikuti Kami
  • Posko Jenggala
  • Posko_Jenggala
  • Posko Jenggala
  • Posko_Jenggala

Lumpur Lapindo, Sampai Kapan Derita Korban Berakhir?

Published : 03-Maret-2015 | 21:51:01

Porong, Sidoarjo, Jawa Timur pada 2006 dihantam semburan lumpur. 30 ribu an orang terpaksa meninggalkan rumah mereka. Sebuah penderitaan yang harus berakhir.


Setiap kembali ke Porong, Sidoarjo, Andi Sahrandi selalu bertanya dalam hati, sampai kapan derita korban berakhir? Porong adalah daerah di mana penduduknya mengalami penderitaan karena luapan lumpur yang menyembur dari perut bumi, yang dikenal dengan sebutan Lumpur Lapindo, Sidoarjo. Lumpur pertama kali meluap pada Mei 2006. Sebanyak 12 desa telah tenggelam, hingga mengusir 30 ribu lebih warga dari rumah mereka. Di lokasi yang dulunya banyak sarana kehidupan itu telah tertutup lumpur seluas 620 hektare.

Ketika luapan lumpur pertama kali terjadi, Arifin Panigoro mengontak Andi Sahrandi untuk memberikan bantuan pada masyarakat yang menjadi korban. Saat itu, Andi sempat bimbang karena silang-sengkarut permasalahan yang ada di sana, belum jelas betul mana yang salah mana yang benar. Arifin lalu menegaskan pada Andi, bahwa kalau mau membantu korban ya bantu saja, tak perlu pusing memikirkan carut-marut persoalan. Yang penting dan harus segera dilakukan, korban cepat dibantu.

Andi Sahrandi dan Posko Jengala langsung berangkat ke Porong, Sidoarjo ketika masih pekan-pekan pertama kejadian. Selama dua hari di lokasi, aktivitas dilakukan untuk melihat situasi dan mengumpulkan data bagi rencana bantuan. Kala itu, tinggi luapan lumpur masih belum seperti saat ini. Tidak ada yang mengira bahwa kemudian luapan tersebut semakin besar dan meluas ke mana-mana.

Tidak lama setibanya kembali ke Jakarta, contact person  Posko Jenggala yang didapat saat kedatangan pertama, memberi kabar. Warga setempat tersebut mengatakan bahwa kondisi di Porong semakin parah. Setelah mengetahui luapan lumpur semakin membesar, Posko Jenggala merencanakan menambah kegiatan, tidak hanya kesehatan saja. Selain pemulihan kesehatan, direncanakan pula menghidupkan tempat-tempat belajar untuk anak-anak dan bantuan logistik.

Saat itu konsentrasi pengungsi berada di Pasar Porong. Karena kejadian yang ada membuat segala sesuatu– termasuk sekolah– jadi tidak berfungsi, maka sebagai langkah awal Posko Jenggala membelikan terpal untuk ngaji dan belajar anak-anak. Pengajarnya adalah orang Porong juga. Guru yang rela mengajar tersebut diberi uang pengganti transportasi. Lalu, anak-anak diberi buku serta alat-alat tulis. Pertimbangan utama Posko Jenggala, anak-anak dan pendidikannya harus menjadi prioritas untuk diselamatkan. Sebagai tambahan, anak-anak tersebut juga diberi susu. Termasuk pemberian susu untuk bayi


Waktu Kegiatan


15-Mei-2006 S/D 17-Mei-2006

Lokasi Kegiatan


Tidak ada data lokasi kegiatan.

Berita Terbaru


Selengkapnya

Aktivitas Terbaru


Selengkapnya

Kontak

GERAKAN KEMANUSIAAN POSKO JENGGALA

Jl. Gunung Indah II No. 50, Cirendeu, Ciputat, Tanggerang Selatan

(021) 7445734

(021) 7445734

info[at]posko-jenggala.org

www.posko-jenggala.org