Sunday, November 19, 2017
  • Ikuti Kami
  • Posko Jenggala
  • Posko_Jenggala
  • Posko Jenggala
  • Posko_Jenggala

Banjir Bandang Padang 2012

Published : 17-Januari-2015 | 02:27:52

Padang kembali dilanda duka musiman. Curah hujan yang tinggi serta berkurangnya area resapan air menyebabkan banjir.


Jumat 27 Juli 2012

Andi sahrandi yang merupakan koordinator sekaligus ketua Posko Jenggala menghubungi dan mengontak rekan-rekan yang akan bertolak menuju Padang dengan dibantu oleh Erma Yunanda, malam harinya beberapa rekan-rekan yang telah dihubungi oleh Andi dan Erma yang juga sebelumnya pernah ikut bergabung dalam setiap kegiatan Posko Jenggala telah berkumpul disekretariat Posko Jenggala yang juga merupakan kediaman Andi Sahrandi.

Kami melakukan rapat koordinasi mengenai bencana banjir bandang di kota Padang, terlihat hadir dalam pembicaraan tersebut adalah Jarot, Shiddiq, Rendy, Diego dan Andi Kim.

Andi terlihat juga mencoba menghubungi rekan-rekannya untuk meminta dan mencari bantuan demi membantu korban banjir bandang di Padang, setelah kami rapatkan maka dengan inisiatif seperti biasanya tim mulai menginventarisir kebutuhan yang akan diberikan terhadap korban banjir bandang Padang

Tidak lupa Andi pun menghubungi rekan-rekan di Sumatera Barat untuk membantu Posko Jenggala dalam hal pemetaan dan mitigasi daerah bencana untuk memudahkan dan mempercepat penanganan bencana yang terjadi di Padang

Maka malam itu disiapkan sekitar 7000 bantuan yang terdiri dari 1000 selimut, 1000 sarung dewasa, 1000 sarung anak, 500 mukena anak, 500 mukena dewasa, 1000 baju koko dewasa, 500 baju koko anak dan tambahan 1000 sarung dan 500 baju koko.

Kami tim Posko Jenggala yang di hubungi oleh Andi dan Erma malam itu juga bermalam di sekretariat Posko Jenggala, setelah kami rapatkan maka sedianya untuk tim keberangkatan ke Padang dibagi menjadi dua tim, tim pertama akan berangkat esok hari yaitu sabtu tanggal 28 Juli 2012 yang terdiri dari Andi Sahrandi, Diego dan Rendy sedangkan tim kedua akan berangkat pada hari senin tanggal 30 Juli 2012 yang terdiri dari Jarot dan Shiddiq

Sabtu 28 Juli 2012

Sabtu pagi kami semua mencoba menginventarisir dengan seksama kebutuhan yang akan diperlukan untuk di Padang, dari mulai perlengkapan dan peralatan kami siapkan, rencananya tim pertama akan berangkat pada sore pukul 15.00.

Dengan dibantu oleh rekan-rekan yang ada dirumah Andi Sahrandi maka tibalah waktunya untuk tim pertama bertolak menuju lokasi bencana di Padang, barang-barang yang dibawa sangat banyak karena meliputi seluruh bantuan yang akan diberikan ke Padang ikut diangkut bersama tim pertama melalui cargo bandara dengan dibantu oleh Erma dan rekan-rekan yang lainnya

Pukul 18.00 waktu setempat kami tiba di Padang dan pada saat dibandara kami dijemput oleh bapak Tat (ketua MDMC yang juga wakil rektor 2 Universitas Muhammadiyah Sumbar) dan bapak Musfir dari Muhammadiyah Sumatera Barat, dalam hal bantuan pendistribusian logistik  di Padang, Posko Jenggala dibantu oleh rekan-rekan dari Muhammadiyah yang membentuk lembaga khusus bencana yaitu Muhammadiyah Disaster Management Centre (MDMC) dan kami pun bertolak menuju sekretariat MDMC.

Didalam perjalanan kami berbincang dengan rekan-rekan dari Muhammadiyah yang menjemput kami sekaligus rehat sejenak untuk berbuka puasa, perjalanan yang kami tempuh cukup lama yaitu sekitar 1 jam dari bandara hingga sekretariat MDMC.

Sampailah kami disekretariat MDMC, terlihat beberapa rekan-rekan dari MDMC yang lain sudah berada di sekretariat MDMC yang juga dijadikan posko bencana, tidak lama kemudian Erma mengontak bahwasanya cargo logistik bantuan yang dikirimkan ke Padang tiba malam ini. Rendy, Diego dan dibantu oleh rekan-rekan dari MDMC kembali menuju bandara untuk mengambil cargo logistik dari jakarta, akhirnya logistik bantuan dapat kami bawa setelah kami tunggu selama hampir 2 jam, satu persatu kami mulai memasukkan barang bantuan kedalam mobil, terhitung bantuan yang ada sebanyak 45 koli/karung termasuk filter/penjernih air yang kami bawa dari sekretariat Posko Jenggala.

Setelah semuanya lengkap kami pun kembali menuju sekretariat MDMC, tidak terasa waktu sudah menunjukkan pukul 23.00, barang yang kami bawa sementara disimpan di sekretariat MDMC untuk selanjutnya dipacking dan didistribusikan menuju lokasi bencana bersama MDMC dan Posko Jenggala

Andi, Rendy dan Diego pamit menuju hotel tempat kami menginap malam itu karena waktu sudah menunjukkan pukul 00.30

Minggu, 29 Juli 2012

Pagi hari sekitar pukul 08.00 kami dijemput oleh pak Tat (ketua MDMC) dan Ilham (koordinator mitigasi bencana MDMC), kami pun langsung menuju lokasi bencana banjir bandang, tujuan pertama kami menuju ds. Batu Busuak yang dimana akses warga terputus sebagai akibat terjangan air bah yang meruntuhkan jembatan penghubung antara ds. Batu Busuak dengan desa tetangga, kondisi yang terlihat dilapangan bahwasanya jembatan yang putus terlihat ada jembatan sementara dari batang kelapa yang dibuat secara minimalis dan jembatan ini hanya dapat dilewati pejalan kaki dan kendaraan roda dua, praktis kendaraan roda empat yang ada di dalam ds. Batu Busuak tidak dapat menyeberang dan keluar.

Seperti panggilan kemanusiaan dari sanubari yang terdalam, Andi Sahrandi dengan tegas dan lugas mengatakan akan membantu membangun jembatan yang putus ini, maka kami pun mencari aparatur desa setempat untuk berkoordinasi lebih lanjut untuk pembangunan jembatan tersebut.

Sedikit banyak Andi menggambarkan bentuk, proses dan hasil dari pembangunan jembatan yang akan dibangun oleh Posko Jenggala, karena dalam hal ini Posko Jenggala terbiasa membangun fasilitas umum di daerah bantuan atau daerah bencana.

Selanjutnya kami bertolak menuju ds. Koto Panjang  kec. Pauh, desa ini bersebelahan dengan kampus Universitas Andalas dan daerah ini juga merupakan daerah yang terparah terkena dampak terjangan banjir bandang walaupun jumlah korban tidak ada tetapi tercatat sekitar 12 rumah warga rusak berat, 3 rumah hanyut terbawa arus air dan 1 jembatan penghubung putus.

Kembali Posko Jenggala yang dipimpin Andi Sahrandi memutuskan untuk membangun jembatan yang putus, terlihat jembatan putus tersebut sementara menggunakan batang pohon pinang untuk dilintasi para pejalan kaki, adapun yang mempunyai inisiatif membangun jembatan sementara adalah pak Ery atau yang biasa disapa Makitam.

Tim Posko Jenggala berdialog singkat dengan Makitam untuk teknis pembangunan jembatan baru, tim meminta kepada Makitam untuk pembangunan jembatan yang akan dibangun dapat diakses dan dilewati roda dua, karena disamping akses terhadap kampung sebelah juga sebagai akses anak sekolah menuju sekolahnya dan menuju kampus Universitas Andalas (karena banyaknya kost-kostan mahasiswa di ds. Limau Manis dan Koto Panjang)

Sebagai koordinator lapangan pembangunan jembatan seperti biasa adalah Diego Dirgantara, seorang relawan yang terbiasa mengikuti perjalanan jejak sosial Posko Jenggala sejak gempa Pangalengan di 2009 hingga saat ini.

Pada akhirnya kami (Tat, Andi Sahrandi, Rendy, Diego dan Ilham) menuju wilayah lainnya yang terkena dampak banjir bandang, daerah tersebut berada di Kec. Nanggalo, daerah yang kami lintasi kami perhatikan dengan seksama guna mencari kebutuhan fasilitas umum yang dibutuhkan masyarakat yang terkena bencana.

Setelah seharian kami berkeliling kedaerah bencana sore harinya Andi Sahrandi bertolak menuju Jakarta, tidak lupa pula untuk singgah ke sekretariat MDMC dan disana terlihat beberapa anggota sedang mempacking bantuan yang kami bawa dari Jakarta adapun 1 paket berisi Baju koko, sarung, selimut dan mukena. Sebelum bertolak ke Jakarta Andi Sahrandi berpesan kepada kami untuk dapat memaksimalkan bantuan baik logistik maupun fasilitas umum yang akan dibangun.

Malam harinya Rendy, Diego dan Ilham berencana langsung membagikan dan bermalam di lokasi bencana tepatnya di ds. Batu Busuak, data yang kami terima adalah jumlah kepala keluarga sebanyak 140 kk, penduduk yang kehilangan rumah sebanyak 9 keluarga dan 1 Mushola rusak berat, beberapa saat kemudian bantuan logistik yang dibawa oleh Riki dan Hendriawan sampai dan bantuan yang dibawa adalah sebanyak 200 paket.

Setelah beberapa saat kami sampai di ds. Batu Busuak, kami menyambangi posko utama relawan, dari data yang kami dapatkan dan setelah berbicara dengan para relawan bahwasanya semua bantuan yang dating ke ds. Batu Busuak terpusat pada posko utama, sehingga ini berbeda dari biasa yang kami lakukan, atas inisiatif bersama maka bantuan yang kami berikan sebanyak 200 paket tidak kami serahkan pada posko utama melainkan kami bagikan langsung kepada penduduk.

Bantuan yang datang dari posko utama untuk didistribusikan ke warga di ds. Batu Busuak sangat lambat, hal ini kami ketahui dari warga masyarakat yang kami ajak interaksi pada saat kami membagikan paket dari Posko Jenggala.

Adapun setelah kami selesai mendistribusikan bantuan logistik kepada warga kami berkumpul diposko utama dan kami meminta izin berbicara untuk pembangunan jembatan yang pagi tadi sudah disampaikan oleh Andi Sahrandi kepada aparatur setempat, ternyata muncul wacana yang disampaikan aparatur desa setempat bahwa untuk jembatan di ds. Batu Busuak sudah ditangani dan siap dibangun oleh dinas Pekerjaan Umum kota Padang

Malam hari tersebut kami bertiga tidur di mushola yang rusak berat dikarenakan posko utama sangat penuh sesak

Senin, 30 Juli 2012

Pagi-pagi pukul 07.00 dari ds. Batu Busuak kami menuju ds. Koto Panjang yang letaknya tidak terlalu jauh, yaitu sekitar ± 3 km, tidak berapa lama kami sampai di ds. Koto Panjang dan kami pun bertemu dengan Makitam yang membangun jembatan sementara dari batang pinang, setelah berbicara cukup lama dengan Makitam maka kami mulai dengan pencarian batang kayu kelapa dan membeli kebutuhan penunjang jembatan seperti papan, paku, semen dan kaso.

Batang kayu kelapa kami temukan disepanjang aliran air bah yang menghantam desa, dengan bibantu oleh tukang sebanyak 8 orang dan dibantu oleh rekan-rekan relawan MDMC sebanyak 10 orang untuk mengangkut dan mengumpulkan batang kelapa, sore harinya batang kelapa mulai ditaruh di satu titik untuk kemudian diangkut dengan menggunakan truk ke titik lokasi pembangunan jembatan

Malam harinya relawan yang terdiri dari Riki, Hendriansyah, Anes, Musfir, Tat dan Setiawan dari posko MDMC datang ke ds. Koto Panjang membawa bantuan paket logistik sebanyak 150 paket, kami semua dengan dibantu warga masyarakat mulai mendistribusikan bantuan tersebut ke RT 07 dan RT 05.

Tim kedua dari Posko Jenggala sampai di ds. Koto Panjang pada malam hari yaitu Jarot dan Shiddiq, dan langsung saja Jarot dan Shiddiq pun ikut membagi pendistribusian logistik bersama relawan MDMC, warga pun terlihat sangat antusias menerima berbagai macam paket yang kami berikan, hal tersebut dikarenakan setiap bantuan yang datang hanya berupa makanan dan snack saja dan juga terkesan sangat lambat dalam pendistribusian bantuan melalui posko yang ada

Malam pun semakin larut sebelumnya kami sempat menyambangi beberapa rumah penduduk untuk mencari tempat kami bermalam dan beristirahat selama kami di lokasi bencana, akhirnya kami pun dapat bermalam dan beristirahat di rumah ibu Evelyn, beliau menyambut hangat kedatangan kami di ds. Koto Panjang, maka kami pun memutuskan untuk tetap menginap di rumah ibu Evelyn sampai tugas kami selesai.

Sebelum beristirahat kami sempat melakukan rapat koordinasi dengan MDMC untuk pembagian tugas pembangunan jembatan dan penentuan lokasi rencana pembangunan fasilitas umum berikutnya didaerah bencana.

Selasa 31 Juli 2012

Pagi hari pukul 08.00 Diego bersama dengan Makitam, tukang, relawan MDMC dan relawan lokal mulai bergotong royong mengangkat pohon pinang yang kini dijadikan jembatan sementara untuk diganti dengan batang kelapa, ada beberapa dari relawan yang mengumpulkan batu kecil dan batu besar untuk dijadikan tumpuan dan pondasi jembatan

Lebar sungai yang sangat panjang menyebabkan ada beberapa celah terlihat dan terbentuknya aliran sungai baru, dari sisa aliran sungai yang sudah tidak terpakai maka kami jadikan jalan setapak untuk dapat dilewati oleh kendaraan roda dua dan pejalan kaki, tetapi terkendala dengan adanya batu-batu besar yang menghalangi, untuk itu kami semua mencoba memindahkan batu-batu tersebut baik menggunakan pengungkit ataupun menggunakan katrol

Rendy, Jarot, Shiddiq dan Pak Musfir berangkat menuju daerah Sago, diketahui dari rekan-rekan MDMC bahwasanya ada jembatan yang putus dan tidak terpublikasi, mulailah kami mencoba melihat kondisi jembatan tersebut, data yang kami terima dari warga dan aparatur desa setempat jembatan tersebut menghubungkan pemukiman penduduk sebanyak 18 kk dengan daerah sekitarnya dan juga terdapat lahan pertanian dan perkebunan

Setelah survey lokasi jembatan di daerah Sago, Posko Jenggala bersama MDMC kembali mendistribusikan batuan logistik dari sekretariat MDMC menuju ds. Gurun Lawas Kec. Nanggalo, sebanyak 74 paket bantuan logistic kami berikan pada sore hari melalui posko warga masyarakat gurun lawas, ada beberapa keluarga yang masih menginap di posko tersebut dikarenakan rumah mereka masih tergenang lumpur

Kemudian kami kembali ke tempat kami membangun jembatan di Koto Panjang, terlihat para relawan MDMC, tukang dan relawan lokal sedang memotong bambu untuk pegangan sekitar kiri dan kanan jembatan, sambil bermain air sungai mereka bergotong royong demi kegiatan sosial yang tengah mereka lakukan

Malam harinya kami bertolak menuju padang kapas dengan membawa 70 paket bantuan logistik, padang kapas adalah daerah dimana Posko Jenggala berlabuh dan membantu pada gempa Sumatera Barat 2009 dengan membangun 166 rumah tahan gempa, 1 sekolah, 1 perpustakaan dan 1 surau sekaligus melihat keadaan rumah yang kami buat pada 2009 lalu, kedatangan kami disambut dengan teriakan warga padang kapas, rasa haru dan bangga menjadi satu pada saat kami tiba di padang kapas.

Rabu 1 Agustus 2012

Seperti hari-hari sebelumnya pada saat kami datang didaerah Koto Panjang dan mengingat juga bertepatan dengan bulan Ramadhan maka pagi hari tidak ada aktifitas yang berarti dari warga masyarakat, gabungan tim relawan mulai bekerja dan menyelesaikan jembatan, adapun sebagian relawan mengangkat dan merapikan susunan batu-batu yang akan dijadikan jalan setapak.

Bambu-bambu mulai naik keatas jembatan sebagai pegangan bagi warga yang akan melintas, pondasi kiri kanan jembatan sudah mulai di cor dengan semen dan batang kelapa sudah diikat dengan besi beton agar presisi letaknya, untuk memudahkan kendaraan roda dua lewat maka diatas batang kelapa disusun kayu-kayu agar rata pada atasnya.

Siang hari Rendy dan Shiddiq menuju secretariat MDMC yang terletak di mesjid At-takwa di pusat kota Padang, rencananya untuk pendistribusian bantuan logistik akan dibagi dua tim yaitu tim pertama terdiri dari Rendy, Shiddiq dan Ilham sedangkan tim kedua terdiri dari Tat, Riki dan Hendriawan.

Tim pertama menuju Padang Besi membawa sebanyak 315 paket bantuan logistik di tiga titik korban bencana dan tim kedua menuju daerah banda gadang sebanyak 97 paket bantuan logistic dan daerah Surau Gadang sebanyak 85 paket

Pukul 12.00 tim distribusi bantuan mulai menyebar ke titik lokasi bencana dengan menggunakan mobil operasional MDMC dan mobil yang kami sewa, jarak antara sekretariat MDMC ke titik lokasi bencana dapat kami temput selama ± 1 jam

Kamis 2 Juli 2012

Adapun jembatan yang kami buat akan segera selesai, tetapi untuk dilalui kendaraan roda dua masih jauh dari selesai dikarenakan adanya jalur lintasan air yang sudah tidak terpakai dan jalur tersebut akan dipakai untuk jalan setapak yang dimana di bekas bibir sungai tersebut agak tinggi sehingga jika akan dilalui kendaraan roda dua harus diberi jembatan penghubung untuk naik atau anak tangga dibuat landai

Maka untuk dapat dilalui kendaraan roda dua dimulailah pembuatan jembatan yang dari jalan setapak bekas jalur sungai hingga ke jalan raya dengan panjang ± 6 meter dan lebar 2 meter. Jembatan tersebut dibuat dari batang kayu pinang kemudian diikat dengan kawat beton dan kembali di cor dengan adukan semen pada setiap ujungnya juga untuk pijakannya tetap menggunakan papan yang dipaku ke batang pinang, sehingga akan semakin kuat dan kokoh serta bisa dilalui kendaraan roda dua.

Pekerjaan pembangunan jembatan yang kedua ini juga tetap melibatkan tukang dan relawan baik dari Posko Jenggala maupun dari MDMC, jarak antara jembatan pertama (yang dialiri air sungai) ke jembatan kedua (menghubungkan jalan setapak dan jalan raya) adalah sepanjang ± 75 meter.

Sepanjang 75 meter jalan yang kami buat sungguh sangat berkesan karena bekas aliran air sungai yang didalamnya terdapat batu-batuan besar harus kami pindahkan kemudian kami isikan dengan batu-batu koral kecil dan pasir yang diambil dari sekitar lokasi pembangunan

Karena kurangnya sumberdaya dan terbatasnya relawan yang ikut terjun bersama kami maka pada hari ini jembatan yang kami bangun masih belum selesai, kemudian kami pun kembali ketempat kami menginap, dalam selang waktu tertentu sambil melepas lelah dan bercanda gurau kami melakukan rapat koordinasi antara Posko Jenggala dengan MDMC

Jumat 3 Agustus 2012

Semua tim bersiap kembali melakukan pekerjaan yang belum terselesaikan, jembatan kedua kemarin mulai di cor dengan adukan semen dan mulai dipasang batang bambu untuk dapat dilalui pejalan kaki dan kendaraan roda dua.

Dibawah teriknya matahari Padang, para tukang yang dipimpin langsung oleh Makitam mulai mengerjakan secara keseluruhan dan relawan Posko Jenggala bersama relawan MDMC mengumpulkan pasir dan batu koral, kami berharap hari ini selesai seluruh pembangunan kedua jembatan tersebut.

Setelah seharian bekerja secara gotong royong pada akhirnya jembatan tersebut selesai dikerjakan dengan rasa puas dan bangga kami semua mengucapkan syukur, sore harinya Andi Sahrandi datang dari Jakarta dan berencana meninjau pada tahap akhir pembangunan jembatan tersebut. Kami berempat tim Posko Jenggala menjemput beliau dibandara.

Malam harinya kami semua yang terdiri dari tim relawan Posko Jenggala, tim relawan MDMC dan warga masyarakat desa Koto Panjang berkumpul dikediaman pak Basri tidak jauh dari pembangunan jembatan, kami semua berkumpul memberikan apresiasi yang besar terhadap para relawan dan warga, disela-sela pembicaraan muncul wacana untuk pembangunan rumah Makitam, sebagai orang yang dipandang di ds. Koto Panjang dan keikhlasan dalam membantu pembangunan jembatan serta dikarenakan rumah Makitam pun hanyut terbawa arus air bah dan tidak tersisa apapun selain itu juga tempat berkumpulnya para warga dan sebagai tempat usaha pembuatan Cobek dari batu kali bagi 3 keluarga, muncul ide dari Andi Sahrandi untuk membuatkan rumah bagi Makitam dan pembuatan tempat usaha baru yang harus diselesaikan dalam tempo 24 jam.

Semua yang hadir tampak kaget mendengar wacana dari Andi, tetapi bagi Posko Jenggala hal tersebut sudah biasa dan sudah senantiasa dilakukan pada saat berada didaerah bencana seperti di Gempa Padang 2009 dan Merapi 2010.

Sabtu 4 Agustus 2012

Pagi itu pukul 07.00 pembangunan rumah Makitam dan pembangunan tempat usaha pembangunan tempat usaha Batu Cobek dimulai, pembangunan rumah tinggal bagi Makitam berukuran 9 x 6 meter2 dan pembuatan tempat usaha cobek dari batu berukuran 5 x 3 meter2 Mulai dibangun oleh para tukang, relawan Posko Jenggala dan relawan MDMC secara bergotong royong.

Rumah Makitam rencananya akan dibuat dari kayu dengan kuda-kuda batu kali dan atap dari seng, pagi itu para relawan terlihat sangat sibuk sebagian beberapa kelompok memotong kayu dan papan, beberapa kelompok membantu memaku papan ke pondasi yang telah dibuat, sementara Andi, Jarot dan Rendy berbelanja kebutuhan bahan baku untuk membangun rumah Makitam dan tempat usaha warga.

Sore harinya hampir separuh dari rumah Makitam jadi, rencananya seluruh warga ds. Koto Panjang, relawan Posko Jenggala dan relawan MDMC akan berbuka puasa bersama di areal pembangunan jembatan yang juga tidak jauh dari tempat pembangunan rumah Makitam dan tempat usaha warga, konsumsi untuk berbuka disiapkan oleh ibu Evelyn, Uchi dan ibu RT.

Kami mendirikan tenda darurat disekitar jembatan untuk berbuka bersama-sama, terlihat rekan-rekan relawan dan warga sangat senang dengan adanya buka puasa bersama ini. khusus untuk pembuatan rumah Makitam dan tempat usaha warga para relawan terus bekerja membangun rumah tersebut hingga pukul 4.30 dini hari, kemudian semua mencoba beristirahat untuk melanjutkan pekerjaan pagi nanti.

Minggu 5 Agustus 2012

Pagi hari terlihat pembangunan rumah untuk Makitam hampir jadi dan pembangunan tempat usaha warga sudah jadi dengan baik, Kami sempat berfoto bersama para relawan MDMC dan relawan lokal yang membantu kami dalam misi sosial ini.

Tak lupa Makitam, Pak Bisri, ibu Evelyn, Uchi dan warga ds. Koto Panjang ikut berfoto, setelah beberapa saat kami pamit kepada seluruh warga ds. Koto Panjang dan relawan MDMC kami pun bertolak menuju bandara untuk kembali menuju Jakarta dengan diantar oleh pak Tat dan pak Musfir.

 

DAFTAR BANTUAN POSKO JENGGALA UNTUK KORBAN BANJIR BANDANG PADANG

NO

JENIS BANTUAN

JUMLAH

KETERANGAN

1

Filter Air

1 bh

Inventaris Posko Jenggala

2

Jembatan penghubung

2 bh

 

3

Rumah penduduk

1 unit

 

4

Tempat usaha warga

1 unit

 

5

Mukena anak

500 bh

 

6

Mukena dewasa

500 bh

 

7

Baju Koko Anak

500 bh

 

8

Baju koko dewasa

1500 bh

 

9

Sarung dewasa

1000 bh

 

10

Sarung anak

1000 bh

 

12

Selimut

2000 bh

 
 

 

 

REKAPITULASI ALOKASI PENDISTIBUSIAN BANTUAN LOGISTIK

NO

HARI/TANGGAL

LOKASI

JUMLAH

KETERANGAN

1

Minggu

Batu Busuak

200 Paket

 

2

Senin

Koto Panjang

150 Paket

 

3

Selasa

Gurun Lawas

74 Paket

 

4

Rabu

Padang Besi dan Banda Gadang

315 dan 97

 

5

Rabu

Padang Kapas dan Surau Gadang

70 dan 85

 
   

TOTAL

991 Paket

 
 

Waktu Kegiatan


27-Juli-2012 S/D 05-Agustus-2012

Lokasi Kegiatan


Berita Terbaru


Selengkapnya

Aktivitas Terbaru


Selengkapnya

Kontak

GERAKAN KEMANUSIAAN POSKO JENGGALA

Jl. Gunung Indah II No. 50, Cirendeu, Ciputat, Tanggerang Selatan

(021) 7445734

(021) 7445734

info[at]posko-jenggala.org

www.posko-jenggala.org