Sunday, November 19, 2017
  • Ikuti Kami
  • Posko Jenggala
  • Posko_Jenggala
  • Posko Jenggala
  • Posko_Jenggala

Bantuan untuk Korban Badai Katrina, Amerika Serikat

Published : 17-Januari-2015 | 00:41:15

Badai Katrina melanda Amerika Serikat. Dengan pertimbangan kemanusiaan, niat baik, dan empati, Posko Jenggala memberikan bantuan.


Tidak jauh waktunya dari gempa dan tsunami besar yang melanda Aceh, Indonesia, Badai Katrina melanda Amerika Serikat (AS) pada 24 – 31 Agustus 2005. Badai menghantam Louisiana, Mississippi, Alabama, dan New Olrleans. Selain membuat hancur rumah dan bangunan, banjir besar melanda New Orleans sebagai daerah yang paling parah dilanda badai. Katrina juga membuat kerusakan dan listrik mati di Louisiana, Mississippi, dan Alabama. Menurut data pada 3 September 2005, jumlah total korban meninggal dunia mencapai 1.289 orang.

Presiden AS, George Bush menyatakan bahwa Badai Katrina pada 2005 itu merupakan salah satu bencana nasional paling parah dalam sejarah Amerika Serikat. Operasi pemulihan diperkirakan oleh sang presiden akan memakan waktu bertahun-tahun.

Mengingat Amerika Serikat merupakan salah satu negara yang peduli dan memberi bantuan saat Aceh dilanda gempa dan tsunami pada 2004, maka Posko Jenggala merasakan empati pada korban yang berjatuhan. Pertimbangan kemanusiaan dan niat baik manjadi alasan kuat yang membuat Posko Jenggala memutuskan mengirim bantuan ke AS. Untuk mewujudkan niat baik tersebut, maka Arifin Panigoro dan Andi Sahrandi setuju mengirim tim medik yang terdiri dari: dokter Agung Triyatno, dokter Luigi, dokter Rainy, dan dokter Andri.

Melalui Jim Louis, dari Orphans International (Non Goverment Organization – NGO) yang Posko Jenggala kenal saat di Aceh, bantuan tersebut dihubungkan dengan negara Adi Daya. Setelah segala sesuatunya beres, Tim Kesehatan Posko Jenggala ini terbang ke New York, AS pada akhir Oktober 2005. Dua minggu di New York mempersiapkan tim, peralatan, program, hingga medical temporary licence (ijin temporer untuk melakukan pengobatan di AS).

Melalui bantuan Orphan yang berkantor pusat di New York, Tim Kesehatan Posko Jenggala akhirnya dirujuk oleh Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) untuk bergabung ke Common Ground Relief (sebuah NGO lokal yang memberikan bantuan kepada korban Badai Katrina). Plus, tambahan personil satu orang dari Orphan International yang mendampingi dan menjadi project manager.

Setelah itu, perjalanan panjang pun ditempuh Tim Posko Jenggala dari New York menuju lokasi bencana di New Orleans. Perjalanan darat dengan bis Greyhound memakan waktu kurang lebih 36 jam. Sebuah perjalanan yang melelahkan dengan pergantian bis dan pengemudi di berbagai titik perjalanan.

Di New Orleans, Posko Jenggala bergabung dengan Common Ground Relief yang mendirikan dan mengelolaFree Clinic darurat yang menempati lokasi sebuah musholla di sana. Selain ikut membantu dalam stay clinic(klinik yang menetap) tersebut, Posko Jenggala juga ikut membantu mobile clinic (klinik bergerak) yang berkeliling dalam empat titik di lokasi bencana. Biasanya, mobile clinic menempati pompa bensin di suatu lokasi, lalu tim dokter datang diantar dengan mobil menuju titik-titk pengobatan tersebut. Pompa bensin dipilih, karena biasanya lokasi tersebut masih “dapat” berfungsi dengan baik dan dapat dicapai dengan mudah oleh tim medik maupun para pasien.

Berdasarkan medical temporary licence, dokter-dokter Tim Posko Jenggala boleh mengobati pasien yang datang, namun tidak diijinkan memberikan resep untuk obat-obatan penenang. Selain itu, obat-obatan lain boleh diberikan oleh tim. Menurut dokter Agung, walau dilanda bencana, sistem kesehatan AS di lokasi bencana tetap jalan. Hal ini dibuktikan dengan keingintahuan Tim Posko Jenggala yang ingin mencoba meresepkan sebuah obat penenang untuk seorang pasien yang datang ke klinik. Ternyata, resep tersebut ditolak apoteker di lokasi bencana, karena tahu resep tersebut diberikan oleh dokter yang tidak dibolehkan meresepkan obat tersebut.

Selain itu, pengalaman berharga lainnya yang didapat, menurut dokter Agung, adalah ketelitian dan keprofesionalan dokter Amerika Serikat. Para dokter di sana selalu bertanya dan memeriksa dengan teliti terhadap para pasien mereka. Para pasien di sana pun juga kritis untuk kerap bertanya pada para dokter yang akan mengobati mereka.

Pengobatan Tim Posko Jenggala di New Orleans berlangsung selama dua pekan. Untuk di stay clinic, pengobatan berlangsung dari pukul delapan pagi hingga lima sore. Jumlah rata-rata pasien yang datang sekitar 80 hingga 100 orang pasien per hari. Kebanyakan adalah pasien dengan penyakit degeneratif, seperti diabetes dan darah tinggi (mereka kebanyakan datang untuk pengobatan rutin dan mencari obat yang masih sulit didapat saat itu). Sedangkan, di mobile clinic, pengobatan berlangsung dari pukul 08.30 hingga tiga sore, dengan rata-rata pasien sebanyak 30 hingga 40 orang pasien per hari. Di mobile clinic selain penyakit degeneratif juga terdapat pasien yang menderita ISPA (infeksi saluran pernapasan atas).

Pengalaman ini merupakan pengalaman ke luar negeri pertama bagi para dokter di Tim Posko Jenggala. Tambahan lagi, para dokter Tim Posko Jenggala tetap melaksanakan ibadah puasa, karena saat itu tepat di Bulan Ramadhan. Tim Posko Jenggala pun merayakan Idul Fitri di Amerika Serikat.

Empati dan niat baik telah disampaikan. Dan, mendapat sambutan baik bangsa Amerika Serikat


Waktu Kegiatan


24-Agustus-2005 S/D 31-Agustus-2005

Lokasi Kegiatan


Berita Terbaru


Selengkapnya

Aktivitas Terbaru


Selengkapnya

Kontak

GERAKAN KEMANUSIAAN POSKO JENGGALA

Jl. Gunung Indah II No. 50, Cirendeu, Ciputat, Tanggerang Selatan

(021) 7445734

(021) 7445734

info[at]posko-jenggala.org

www.posko-jenggala.org