Sunday, November 19, 2017
  • Ikuti Kami
  • Posko Jenggala
  • Posko_Jenggala
  • Posko Jenggala
  • Posko_Jenggala

Banjir Bandung, Rekatkan Persaudaraan, Saling Bantu Sesama

Published : 17-Januari-2015 | 01:38:01

Bandung banjir. Bisa jadi, bukan hanya warga Bandung saja yang kaget, tapi seluruh masyarakat Indonesia prihatin. Posko Jenggala mengulurkan tali persaudaraan, membantu sesama.


Berita bahwa Bandung banjir tidak terdengar sekitar 10 tahun yang lalu. Tapi kini, walau berada di dataran tinggi, Bandung kerap menjadi langganan banjir. Orang banyak yang tidak habis pikir, kenapa kota kembang tersebut bisa sampai banjir. Seperti apa yang terjadi pada Rabu malam, 3 Desember 2008, banjir melanda Kota Bandung dan Kabupaten Bandung.

Sehari setelahnya, banjir semakin meluas hingga merendam delapan kecamatan di Bandung: Baleendah, Dayeuhkolot, Bojongsoang, Kutawaringin, Rancaekek, Majalaya, Ibun, dan Cileunyi. Sekitar 12.500 rumah terendam banjir. Menurut pemerintah Kabupaten Bandung, daerah rawan banjir mencakup hingga 11 Kecamatan dan 33 Desa.

Selain merendam rumah dan bangunan, banjir yang merupakan luapan dari Sungai Citarum dan Sungai Citepus ini juga mengakibatkan terputusnya beberapa ruas jalan dan rel kereta api yang melalui jalur Selatan. Banjir mengakibatkan pula terhentinya kegiatan pabrik dan industri yang menjadi mata pencaharian warga sekitar. Ribuan orang mengungsi ke beberapa titik di Bandung. Salah satu dari sekian banyak lokasi pengungsian terdapat di Desa Cangkuang Wetan Pasawahan, Dayeuhkolot. Di  wilayah ini tidak kurang dari 4 ribu rumah terendam banjir.

Mendengar kabar Bandung dilanda banjir, Posko Jenggala segera berangkat membantu korban. Kegiatan kali bekerjasama dengan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Se-Bandung Raya. Aktivitas bantuan dilangsungkan dari 13 Desember 2008 hingga 18 Desember 2008. Karena biasanya seusai luapan air, beragam penyakit pasca banjir banyak bermunculan, maka kegiatan pengobatan gratis dilakukan di Desa Pasawahan, Dayeuhkolot pada hari pertama. Di sini berhasil tertangani 312 orang pasien. Lalu, di hari yang sama juga dilakukan pengobatan gratis terhadap 472 orang pasien di Kampung Kulatet Timur, Dayeuhkolot.

Pada hari kedua, pengobatan gratis beranjak ke Desa Cangkuang Wetan, Dayeuhkolot dengan mengobati 789 orang pasien. Lalu, ke Desa Cangkuang Wetan II, juga di Dayeuhkolot, berhasil melayani 653 orang pasien. Kemudian, pada 15 Desember 2008, pengobatan gratis dilanjutkan di Desa Bojong Asih, Dayeuhkolot. Di desa ini Posko Jenggala menangani 862 orang pasien. Lalu, ke Kampung Leuwi Bandung, Desa Citeureup, Dayeuhkolot dengan 631 orang pasien.

Di Desa Bale Endah, Kecamatan Bale Endah, Posko Jenggala melakukan pengobatan gratis pada 16 Desember 2008 dengan jumlah pasien tertangani 753 orang. Dilanjutkan ke Desa Pameumpeuk, Kecamatan Bale Endah dengan 576 orang pasien. Sehari setelahnya, 747 orang pasien ditangani pengobatan gratis di Desa Haur Pungkur, Kecamatan Rancaekek. Kemudian, 521 orang pasien di Desa Bojong Salam, Rancaekek.

Perjalanan pengobatan gratis dari desa ke desa dituntaskan di Desa Linggar, dengan membantu 710 orang pasien dan Desa Suka Mulya, yang berhasil melayani 1.018 orang pasien, pada 18 Desember 2008. Keduanya di Rancaekek.

Jumlah total pasien yang berhasil dilayani dalam kegiatan pengobatan gratis, yaitu 8.044 orang pasien. Penyakit yang terbanyak diderita: penyakit kulit, hipertensi, diare, diabetes dan ISPA (Infeksi Saluran Pernapasan Atas).

Di Desa Citeureup, Dayeuh Kolot, Tim Kesehatan menemukan seorang anak dengan hidrosephalus, bernama Fadli yang berusia empat tahun. Posko Jenggala, BEM Bandung Raya, dan Persatuan Mahasiswa Bandung (PMB) membantu dengan melakukan pendekatan khusus kepada pihak Rumah Sakit Hasan Sadikin, Bandung untuk membantu pasien mendapatkan keringanan biaya operasi. Diberikan pula bantuan dalam bentuk biaya harian untuk orang tua Fadli selama menunggu di Rumah Sakit.

 Selain aktivitas pengobatan gratis, Posko Jenggala dan BEM Se-Bandung Raya memberikan bantuan logistik, berupa 2.042 dus mie instan, Salam Mie di 12 Desa yang menjadi lokasi pengobatan gratis. Di masing-masing lokasi sebanyak 175 hingga 200 dus Salam Mie dibagikan untuk korban banjir.

 Posko Jenggala dan mahasiswa, bersama masyarakat juga melakukan kegiatan kebersihan lingkungan dan bantuan air bersih. Kegiatan yang dilakukan di lokasi bekas banjir ini dimaksudkan untuk kebersihan lingkungan yang bertujuan untuk mengurangi risiko tersebarnya berbagai penyakit dan wabah pasca banjir. Dilengkapi dengan bantuan peralatan sekop, tempat sampah, serta kebutuhan sanitasi lainnya.

Di antara berbagai kegiatan tersebut, di Desa Pasawahan, Kecamatan Dayeuhkolot diberikan bantuan perangkat pompa air untuk memenuhi kebutuhan air bersih masyarakat dari sumur umum. Kemudian, di Desa Cangkuang Wetan, Kecamatan Dayeuhkolot, Posko Jenggala, mahasiswa, dan masyarakat melakukan pengerukan Sungai Citepus yang sudah mengalami pendangkalan. Kegiatan ini dilakukan sebagai sedikit upaya untuk melancarkan aliran sungai ketika air banjir datang.

Di Desa Haur Pungkur, Kecamatan Rancaekek, Posko Jenggala dan mahasiswa memberikan bantuan pengurukan halaman Sekolah Dasar Negeri Haur Pungkur I yang kerap tergenang air setiap kali turun hujan.

Pada kejadian Banjir Bandung lainnya, sekitar … Posko Jenggala juga sempat kembali memberikan bantuan. Kegiatan bantuan dilangsungkan selama delapan hari di Kabupaten Bandung. Posko Jenggala juga bekerjasama dengan BEM Se-Bandung Raya, kali ini melakukan serangkaian kegiatan sosial dengan tema:“Raketkeun Duduluran, Silih Rojong Sauyunan”  (dalam bahasa Sunda, yang artinya: “Rekatkan Persaudaraan, Saling Bantu Sesama”).

Aktivitas yang dilakukan, yaitu: pelayanan pengobatan gratis dan penanaman 12 ribu bibit pohon di 13 desa yang tersebar dari kecamatan Ciwidey, Soreang, hingga Ketapang. Serta melakukan perbaikan fasilitas umum: saluran air, MCK (Mandi Cuci Kakus), dan tempat wudhu di desa Cibodas. Juga, pemasangan pavling block, pengadaan karpet, dan perbaikan bangunan Sekolah MTs Asy-Syuhada di Desa Bandasari, Kecamatan Cangkuang.

Jumlah total pasien yang berhasil dilayani oleh Posko Jengala sebanyak 6.131 orang pasien. Dengan 12 lokasi pengobatan gratis di 13 desa, maka rata-rata setiap lokasi melayani 511 orang pasien. Setiap dokter Tim Kesehatan melayani 125 pasien setiap hari. Para apoteker melayani 500 an orang setiap hari. Namun, mereka tetap melayani dengan tekun, sabar, dan penuh dedikasi. Semuanya untuk merekatkan persaudaraan dan saling bantu sesama umat manusia


Waktu Kegiatan


13-Desember-2008 S/D 18-Desember-2008

Lokasi Kegiatan


Berita Terbaru


Selengkapnya

Aktivitas Terbaru


Selengkapnya

Kontak

GERAKAN KEMANUSIAAN POSKO JENGGALA

Jl. Gunung Indah II No. 50, Cirendeu, Ciputat, Tanggerang Selatan

(021) 7445734

(021) 7445734

info[at]posko-jenggala.org

www.posko-jenggala.org