Sunday, November 19, 2017
  • Ikuti Kami
  • Posko Jenggala
  • Posko_Jenggala
  • Posko Jenggala
  • Posko_Jenggala

Gempa di Bengkulu hingga Sumatera Barat dan Mentawai

Published : 17-Januari-2015 | 01:25:09

Karena keadaan yang ada, dua tim Posko Jenggala berangkat ke daerah bencana Gempa Bengkulu – Mentawai. Sebaran daerah bencana yang panjang, luas, dan terpencar.


Gempa berkekuatan 7,9 Scala Richter melanda Bengkulu. Gempa yang berlangsung selama 2 menit itu merusak hampir seluruh wilayah provinsi Bengkulu pada 12 September 2007. Hal ini bisa tejadi karena karakteristik pemukiman penduduk terpusat di sekitar jalan poros Bengkulu kota menuju Muko-Muko. Getaran gempa dirasakan hingga radius 200 kilometer, termasuk daerah di Sumatera Barat, Padang, hingga Kabupaten Kepulauan Mentawai. Gempa ini disusul gempa kedua pada 13 September 2007 dengan pusat gempa dekat Mentawai.

Tak kurang dari 3 ribu Kepala Keluarga (KK) kehilangan tempat tinggal. Di Bengkulu 17.882 rumah rusak berat dan 35 ribu rumah rusak ringan, serta 10.915 rumah rusak berat dan 24 ribu rumah rusak ringan di Sumatera Barat. Begitu pula dengan infrastruktur (jembatan, jalan, dan sumber energi) sebanyak 410 unit rusak di Bengkulu dan 105 unit rusak di Sumatera Barat. Sarana sosial (sekolah, puskesmas, dan rumah ibadah) sebanyak 88 unit rusak di Bengkulu dan 174 unit rusak di Sumatera Barat. Juga, merusak 310 sarana pemerintahan dan perkantoran di Bengkulu dan 26 di Sumatera Barat. 21 orang meninggal dunia.

Setelah tiga hari mengadakan persiapan di Jakarta, Tim Relawan Posko Jenggala tiba di Bandara Fatmawati, Kota Bengkulu pada Minggu, 16 September 2007 tepat saat kumandang Adzan Maghrib. Walau penerbangan sempat tertunda selama dua jam, tidak menyurutkan semangat  relawan Posko Jenggala untuk bergegas melakukan koordinasi dengan kontak relawan Posko Jenggala setempat.

Strategi dan jadwal pelaksanaan kegiatan bantuan disusun berselang dua jam setelah buka puasa bersama dan tim melepas lelah di kamar masing-masing. Akhirnya, disepakati bahwa kegiatan di Bengkulu akan dilakukan selama lima hari kerja, mulai Senin, 17 September 2007 sampai dengan Jumat, 22 September 2007. Soalnya, pada Sabtu 23 September 2007 tim harus segera masuk ke Padang untuk melanjutkan kegiatan bantuan di Mentawai.

Pada H+1, ketika aktivitas pengobatan di Bengkulu sedang berlangsung, Tim Posko Jenggala mendapat kabar bahwa Mentawai ternyata mengalami kerusakan parah. Tambahan lagi, hingga Senin, 17 September 2007 wilayah Mentawai masih terisolir, bantuan belum ada yang masuk ke daerah tersebut. Karena perkembangan informasi yang ada, dibutuhkan keputusan secepatnya untuk juga segera merespon kondisi Mentawai.

Andi Sahrandi memutuskan untuk tetap membiarkan Tim Posko Jenggala di Bengkulu terus melaksanakan kegiatannya. Lalu, rencananya Andi dan dokter Gitawan kembali ke Jakarta untuk membentuk tim baru yang secepatnya harus berangkat ke Mentawai. Sedangkan koordinator Tim Posko Jenggala di Bengkulu diserahkan kepada dokter Rizal yang dibantu oleh Agustanto sebagai humas dan ketua tim advance, serta Manopan untuk mengurusi administrasi. Semua ini dibicarakan dalam rapat di Pos Selubuk, Air Petai, Bengkulu Utara.

Dalam rapat juga diputuskan bahwa kegiatan Posko Jenggala di Bengkulu meliputi lima kegiatan besar. Satu, pelayanan pengobatan gratis di sepanjang wilayah yang terkena gempa, dari Kota Bengkulu hingga Muko-Muko. Kedua, pembagian sembako dan perkakas bantu (pacul dan sekop). Ketiga, bantuan pembenahan di sepuluh tempat peribadatan yang mengalami kerusakan tidak begitu parah. Keempat, bantuan sembako dan paket Lebaran di lokasi terbatas yang disesuaikan dengan jumlah paket yang ada. Dan lima, bantuan rehabilitasi sarana pendidikan pada salah satu sekolah dasar yang mengalami kerusakan paling parah.

Pada Selasa, 18 September 2007, Andi Sahrandi dan dokter Gitawan berpamitan pada rekan-rekan yang malam itu masih menginap di Posko Selubuk untuk menuju Bengkulu kota, bersiap terbang keesokkan harinya menuju Jakarta.

Senyampang Andi Sahrandi dan dokter Gitawan ke Jakarta, pada Rabu, 19 September 2007 rapat harian merumuskan pembagian tim agar menjadi optimal untuk melakukan kegiatan di Bengkulu. Saat itu diputuskan bahwa sejak Kamis dini hari terdapat empat tim yang bergerak dengan tanggung jawab dan tugas masing-masing: Tim Kesehatan Posko Jenggala, Tim Advance, Tim Surga, dan Tim Umum.

Tim Kesehatan terdiri dari para dokter yang dibantu oleh dua apoteker penanggung jawab stok obat. Plus, dua relawan lokal sebagai pembantu umum. Tim ini dalam menjalankan aktivitasnya terkadang dibagi dalam dua sub tim yang bergerak secara bersamaan untuk melakukan pelayanan pengobatan di dua titik dalam satu harinya.

Sedangkan Tim Advance bertugas mensurvei lokasi titik kegiatan pengobatan yang telah diperoleh dari kontak person relawan lokal di Bengkulu. Tim ini yang menyiapkan lokasi pengobatan berikutnya.

Tim Surga bertugas menentukan dan memberikan bantuan berupa fresh money untuk 10 tempat ibadah di sepanjang Kota Bengkulu hingga Muko-Muko. Kemudian, Tim Umum mempunyai tanggung jawab men-supportkebutuhan dari seluruh tim yang ada. Supporting yang dilakukan adalah mengurus masalah administratif atas keuangan kegiatan, menyiapkan segala informasi, melakukan koordinasi dengan local network– baik dengan aparat maupun dengan warga korban, dan monitoring kerja tim lainnya. Juga, tim ini bertanggung jawab mengenai masalah keamanan tim serta stok peralatan dan bantuan.

Tugas dari masing-masing tim ini berakhir pada Minggu, 23 September 2007. Keesokkan harinya tim bertolak menuju Padang dari Muko-Muko untuk bergabung dengan tim baru Posko Jenggala yang bertugas di Mentawai.

Di Bengkulu, Posko Jenggala melakukan pengobatan gratis di 14 lokasi: Air Sebakui, Selubuk, Lubuk Tanjung, Sawang Lebar, Air Lakok, Serangai, Air Padang, Kota Bani, Suka Makmur, Suka Baru, Pasar Bantal, Air Bikuk, Pondok Makmur, dan Rawa Bangun. Penyakit yang dominan ditemui: ISPA, Chepalgia, dan Atralgia.

Sedangkan pembagian sembako dan bantuan barang dilakukan di 25 tempat: Rumah Sakit Arga Makmur, Desa Pasar Palik, Desa Selubuk, Desa Serangai, Desa Air Padang, Desa Air Lakok, Desa Kota Bani, Desa Suka Makmur, Desa Suka Baru, Masjid Sirajul Huda, Masjid Nurul Islam, Masjid Al Hidayah, Masjid Al Mu’minin, Masjid Al Istiqomah, Masjid Nurul Yakin, Masjid Mujahidin, Masjid Nurul Islam II,  Masjid Nurul Huda, Masjid di Kecamatan Silaut, penyaluran kolektif melalui LPI Pondok Suguh, Desa Arah Tiga, Desa Talang Sari, Pian Tukung, penyaluran kolektif melalui PKPH Arga Makmur, dan Kecamatan Lubuk Pinang.

Pembagian ini bersifat fleksibel, artinya pembagian dilakukan berdasarkan situasi dan kondisi daerah yang akan dibantu. Dilakukan sesuai dengan titik pelayanan kesehatan. Dan, diberikan di tempat peribadatan berbarengan dengan bantuan fresh money untuk pembenahan infrastruktur. Juga, diberikan di titik-titik sepanjang perjalanan Kota Bengkulu ke Muko-Muko berdasarkan kondisi dan asumsi tingkat kerusakan dan kerugian warga. Diberikan pula pada jaringan kontak yang telah dibangun sebelumnya, plus di sekitar tempat Posko Jenggala menginap. Bantuan yang diberikan berupa: terpal, mie, tenda, kaos, pacul, dan sekop.

Secara bersamaan, Tim Surga yang memberikan bantuan untuk pembenahan infratruktur juga melakukan aktivitasnya. 10 tempat peribadatan berhasil diberikan bantuan berupa uang untuk pembenahan sarana yang rusak: Masjid Nurul Islam, Masjid Sirajul Huda, Masjid Nurul Yakin, Masjid Al Istiqomah, Masjid Al Mu’minin, Masjid Al Hidayah, Masjid Muhajirin, Masjid Nurul Huda, Masjid Jami’ Darussalam, Masjid Nurul Hikmah. Masjid-Masjid ini terletak di Bengkulu Utara, Muko-Muko, hingga Pesisir Selatan.

Selain itu, Posko Jenggala bersama Medco Foundation memberikan bantuan sembako dan paket Lebaran di beberapa lokasi di seputaran wilayah yang sama, mulai dari Kota Bengkulu, Bengkulu Utara, hingga Muko-Muko. Bantuan untuk rehabilitasi infrastruktur sarana pendidikan juga diberikan bagi sekolah yang mengalami kerusakan paling parah.

Di Jakarta, Andi Sahrandi yang tiba pada Rabu, 19 September 2007 segera mengontak dan mengumpulkan relawan Posko Jenggala. Koordinasi langsung dilakukan di sekretariat Posko Jenggala di Ciputat untuk persiapan keberangkatan Tim Relawan Posko Jenggala ke Mentawai. Kamis dinihari, 20 September 2007, seluruh anggota tim telah berkumpul di Bandara Soekarno-Hatta, siap terbang ke Padang untuk melanjutkan perjalanan laut menuju ke Kabupaten Kepulauan Mentawai.

Pesawat mendarat di Bandara Internasional Minangkabau pada pukul 08.00 WIB di hari yang sama. Dengan kendaraan sewaan, tim menuju tempat penginapan untuk persiapan selanjutnya. Sebagian anggota tim mempersiapkan bantuan yang telah lebih dulu tiba, seperti mie instan dan terpal. Sebagian lainnya membeli kebutuhan alat kerja dan obat-obatan. Sebagian lainnya lagi mempersiapkan kebutuhan logistik untuk tim, seperti makanan, perlengkapan administratif, peralatan daur dan alat makan, serta kebutuhan harian tim.

Barang-barang tersebut segera dinaikkan ke dalam kapal milik Pemerintah Daerah (Pemda) Mentawai yang disediakan cuma-cuma untuk mengangkut barang bantuan dan tim relawan. Setelah sebagian besar barang dimuat, tim kembali ke hotel untuk berbuka puasa.

Tak banyak waktu tersisa usai buka puasa. Soalnya, kapal Pemda Mentawai tadi dijadwalkan berangkat pada pukul 20.00 WIB. Tim segera mempersiapkan diri. Setengah jam lewat pukul 19.00 WIB, tim telah tiba di Pelabuhan Teluk Bayur. Obat-obatan dan barang pribadi langsung dimasukkan ke dalam kapal. Seluruh anggota tim telah berada di kapal kayu yang akan membawa mereka ke Kecamatan Pagai Utara – Selatan, Kabupaten Mentawai.

Perjalanan diperkirakan akan memakan waktu sekitar 12 jam. Pada pukul 22.00 WIB, kapal angkat sauh, menyeberangi lautan menuju Mentawai yang berbatasan langsung dengan Samudera Hindia. Cuaca cukup bersahabat malam itu. Langit cerah dan ombak tidak terlalu tinggi. Sebagian anggota tim memilih tidur di buritan kapal sambil menikmati alam lepas dan bercanda ria.

Lewat tengah malam, khawatir melihat anak-anak tidur di luar, dengan sifat kebapakan Andi Sahrandi meminta anggota tim tidur di dalam, di bilik-bilik yang telah disediakan. Dalam keadaan setengah mabuk laut dan kapal yang mulai bergoncang cukup keras karena ombak yang semakin meninggi, anggota tim pindah ke dalam bilik untuk melanjutkan istirahat.

Anggota tim yang melaksanakan ibadah puasa, bangun selewat pukul 03.00 WIB untuk bersantap sahur. Mereka menikmati makan sahur ditemani dinginnya angin laut dan goncangan kapal yang semakin kuat. Selepas sahur, sebagian anggota melaksanakan Sholat Subuh dan kembali melanjutkan istirahat, karena diperkirakan kapal masih lama menempuh ombak untuk sampai ke Mentawai.

Menjelang tengah hari, daratan Mentawai mulai tampak di cakrawala. Seluruh anggota tim segera menyiapkan diri. Tepat saat adzan Dzuhur, kapal mulai merapat ke pelabuhan, disambut bangunan-bangunan yang retak karena gempa. Sebagian anggota tim melakukan Sholat Jumat di Masjid dekat pelabuhan.

Seusai Sholat Jumat, setelah berkoordinasi dengan aparat dan satkorlak setempat, Tim Posko Jenggala menempati kantor KUA yang dijadikan base  tim selama di Mentawai. Setelah beramah-tamah dengan warga sekitar, tim membereskan dan mempersiapkan kantor KUA yang dijadikan base sekaligus tempat tinggal ini. Beberapa warga turut membantu konsumsi dan membersihkan lokasi. Saat itu, diperoleh pula relawan lokal yang siap akan turut mendukung segala kegiatan kemanusiaan tim yang akan dilakukan nanti.

Kecamatan Pagai Utara – Selatan yang merupakan bagian dari Kabupaten Mentawai memiliki pesona alam yang indah. Daerah kepulauan yang mempunyai ombak Samudera Hindia yang kencang, kuat, dan cukup tinggi namun bersahabat ini mengundang banyak wisatawan dari dalam dan luar negeri untuk berlibur dan berselancar.

Lokasi desa-desanya selain berada di dua pulau besar: Pagai Utara dan Pagai Selatan, juga tersebar di pulau-pulau kecil yang mengitarinya. Karena lokasi yang tersebar ini, maka tim harus kembali menempuh rute laut untuk menuju ke daerah bencana dan pengungsian. Efektif sejak 22 September 207, Posko Jenggala yang didukung Medco Peduli melakukan aksi kemanusiaan di Mentawai. Kegiatan kemanusiaan dalam bentuk pelayanan kesehatan gratis dan pemberian bantuan, dilakukan di sembilan titik lokasi: Taikako, Trans, Buku Monga, Berkat Baru, Kantor Kecamatan Desa Sikakap, Silao Inan, Bubuget, Beraksok, dan Bukumonga. Total pasien yang diobati sebanyak 1.683 jiwa.

Selain pengobatan, bantuan logistik yang diberikan berupa mie instan, terpal, gergaji kayu, paku, kampak, kereta dorong, linggis, cangkul, sekop, minyak tanah, sarung, dan selimut. Di samping bantuan logistik, bantuan perbaikan infrastruktur juga diberikan untuk rumah ibadah: Masjid Raya Sikakap, Gereja Jemaat Sidang Allah, dan Gereja Kristen Protestan Mentawai.

Masyarakat Desa Malakopa berinisiatif membangun sendiri rumah mereka. Dan, bahan dasar kayu merupakan bahan yang mudah didapatkan di Mentawai. Karena itu, Posko Jenggala memberikan bantuan berupa bahan-bahan untuk membantu pembangunan kembali rumah warga. Posko Jenggala memberikan bantuan bahan bakar untuk mesin Senso masyarakat, plus bantuan 20 kodi seng untuk atap rumah dan 40 peti paku.

Karena daerah di Mentawai merupakan daerah kepulauan, maka sarana komunikasi merupakan sarana penting— yang selama ini belum terpenuhi dengan baik. Salah satu akibatnya, koordinasi penanganan korban bencana menjadi lambat. Sebab itu, Posko Jenggala memutuskan untuk memberikan bantuan alat komunikasi: 1 unit mesin faksimili, 10 unit Radio SSB. Alat komunikasi ini dipasang di: Kantor Camat Sikakap, Desa Taikako, Desa Silabu, Desa Betumongga, Desa Saumaganya, Desa Matobe, Desa Makalo, Desa Sinaka, Desa Malakopa, dan Desa Bulasat.

Di akhir kegiatan, seluruh tim yang terlibat di Bengkulu dan Mentawai berkumpul di Padang, pada 25 September 2007. Keesokkan harinya, Tim Relawan Posko Jenggala melalui jalur udara kembali ke Jakarta.


Waktu Kegiatan


16-September-2007 S/D 25-September-2007

Lokasi Kegiatan


Berita Terbaru


Selengkapnya

Aktivitas Terbaru


Selengkapnya

Kontak

GERAKAN KEMANUSIAAN POSKO JENGGALA

Jl. Gunung Indah II No. 50, Cirendeu, Ciputat, Tanggerang Selatan

(021) 7445734

(021) 7445734

info[at]posko-jenggala.org

www.posko-jenggala.org